"Pertemuan dengan 'semeton' (marga) Pasek di Desa Kekeran, Sabtu (4/2) lalu hanya membahas persiapan 'piodalan' (upacara adat) di Besakih, Kamis (9/2). Tidak ada kaitannya dengan pilkada," kata Ketut Suryawan di Busungbiu, Sabtu.
Dengan didampingi Camat Busungbiu Putu Idayati, dia membantah laporan Ketua PAC PDIP Busungbiu Komang Budiarta kepada Panwaslu Kabupaten Buleleng bahwa dia melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon dari PDIP, Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra.
Suryawan mengungkapkan bahwa selama pertemuan dengan semeton Pasek, dirinya tidak pernah melihat adanya selebaran yang menjelek-jelekkan pasangan calon tersebut.
"Usai pertemuan, saya berteduh di poskamling karena hujan. Di situ saya melihat ada kantong plastik hitam berisi selebaran itu. Saya ambil saja tanpa membaca isinya," katanya.
Keesokan harinya, dia ditelepon oleh pelapor yang mengaku anggota semeton Pasek dari Desa Sepang Kelod dan meminta selebaran tersebut.
"Dia memaksa minta selebaran itu. Jadi, saya merasa dijebak," kata Suryawan yang juga Kepala Sekretariat Panitia Pemilu Kecamatan Busungbiu dalam Pilkada Buleleng pada April mendatang.
Dalam pertemuan di Desa Kekeran itu, dia mengaku tidak berkapasitas sebagai Sekcam dan Kepala Sekretariat PPK Busungbiu, melainkan Ketua Dadia Pasek Gelgel Pegetepan, Desa Busungbiu.
Camat Busungbiu Putu Idayati menelurusi keberadaan selebaran itu dan hasilnya ada seorang warga Desa Busungbiu bernama Wayan Tinggi mengaku sebagai pengedar selebaran tersebut.
"Setelah selebaran itu jadi pembicaraan, Pak Tinggi langsung mengaku dirinya sebagai pengedar selebaran itu," katanya.
Kepada Camat, Wayan Tinggi juga mengaku menyalin (foto copy) selebaran itu sebanyak 300 lembar untuk disebarkan ke tiga kecamatan di Kabupaten Buleleng, yakni Busungbiu, Seririt, dan Gerokgak. "Namun Pak Tinggi tidak mengakui beredarnya selebaran itu dalam pertemuan di semeton Pasek," katanya.
Camat Idayati juga meminta Panwas Buleleng untuk bersikap adil dalam menyikapi laporan Komang Budiarta itu karena pertemuan semeton Pasek itu bukan pertemuan politik.(M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.