"Meskipun kasus kematian menurun, bukan berarti aman. Semua lapisan masyarakan harus terus waspada," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali I Putu Sumantra, di Denpasar, Minggu.
Dia mengimbau seluruh masyarakat di daerah tujuan wisata internasional ini sedapat mungkin menghindari terjadinya gigitan anjing. Jika bertemu dengan anjing yang terlihat berlaku aneh, lebih baik dijauhi dan tidak mencoba-coba untuk mendekatinya.
Hal itu mengingat Provinsi Bali sejauh ini masih berstatus endemis rabies. Kemudian kasus kematian akibat virus rabies dari 82 kasus pada 2010, selama Januari hingga awal Oktober 2011 masih terdapat 19 korban tewas. "Walaupun turun drastis, tetapi sepanjang masih ada korban ya belum aman," ucapnya.
Sumantra juga mengimbau agar masyarakat tidak membawa anjing dari luar daerah ke Bali, sehingga bisa mengurangi penyebaran virus rabies.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.