Denpasar (Antara Bali) - Masyarakat penerima jatah beras murah di Bali rajin membayar cara tunai, karena mereka yang berani menunggak satu bulan saja beras untuk masyarakat miskin (raskin) tidak akan direalisasikan.

Satu warga saja menunggak, semua masyarakat yang berhak menerimanya dalam satu desa tidak mendapat jatah beras murah bulan berikutnya, kata Ketua Satgas Kerja Raskin Bulog Devisi Bali  Wayan Suyasa, di Denpasar, Kamis.

Tindakan tegas itu diberlakukan, guna menghindari adanya tunggakan seperti yang pernah dialami beberapa waktu lalu. "Sekarang pembayaran uang untuk beras murah di daerah pedesaan maupun di kota sangat lancar," kata dia.

Memang ada satu atau dua desa yang pernah menungggak pembayaran beras murah ke Bulog, bulan berikutnya dihentikan pengiriman sehingga masyarakat yang berhak menerimnya protes ke aparat desa karena mereka (masyarakat-red) merasa sudah lancar membayarnya.

Kondisi itu menyebabkan realisasi beras untuk masyarakat miskin  di daerah Bali untuk jatah rata-rata 2.000 ton setiap bulan berlangsung lancar, kata dia yang mengakui ada sedikit  oknum yang menghambat kelaskin di Bali.(**)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026