Meningkatnya NPL tersebut seiring dengan bertambah besarnya realisasi pinjaman perbankan yang diberikan kepada pengusaha di daerah ini, kata Pimpinan Bank Indonesia Denpasar, Jeffrey Kairupan dalam laporan kajian ekonomi regional Provinsi Bali triwulan II-2011 yang diterima di Denpasar Rabu.
Angka NPL yang ada di Bali selama triwulan II-2011, relatif masih rendah jika dibanding dengan realisasi pinjaman yang diberikan perbankan di daerah ini secara nominal kredit mencapai Rp27.140 miliar dan mencapai 57,61 persen dari total asset, meningkat dari triwulan sebelumnya hanya 53,81 persen.
Bertambah besar realissi pinjaman triwulan II-2011 diperkirakan karena adanya keperluan dana untuk kegiatan perdagangan dan akomodasi yang cenderung meningkat, begitu pula kegiatan usaha properti serta kebutuhan pendidikan, dan kondisi itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi rakyat yang ditopang sektor pariwisata.
Ia mengatakan, secara nominal sektor ekonomi yang paling besar penyumbang angka NPL adalah kredit sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp159 miliar dengan rasio 2,21 persen, disusul oleh sektor yang menyediakan akomodasi dan usaha makan minum sebesar Rp97 miliar dengan rasio 4,82 persen.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.