Denpasar (Antara Bali) - Transaksi valuta asing atau valas di Bank Mandiri Wilayah XI Denpasar kini mencapai lebih dari tujuh juta dolar AS per hari, naik hampir sepuluh kali lipat jika dibandingkan kondisi tahun 2009.

"Saat Kantor Wilayah XI Denpasar ini diresmikan tahun 2009, unit usaha transaksi valas baru mampu membukukan sekitar 800 ribu dolar AS per hari," kata CEO Bank Mandiri Wilayah XI Denpasar, Benny Yustanto di Sanur, Rabu.

Ia menyampaikan hal itu di sela-sela acara pisah sambut pejabat Bank Mandiri Wilayah XI yang membawahi Business Development, yakni Ike Laura Krisna yang dipindah ke Wilayah VII-Semarang, digantikan oleh Hendra Wahyudi, yang sebelumnya bertugas di Jakarta.

Acara yang juga dihadiri oleh Vice President Deputy Regional Manager Wawandrijo Priwardono dan jajaran pimpinan Bank Mandiri Wilayah XI-Denpasar itu, juga sekaligus memperkenalkan Angga Erlangga Hanafie selaku Vice President Bank Mandiri Area Denpasar.

Menurut Benny Yustanto, melonjaknya transaksi valas itu berkat berkembangnya kepariwisataan di Bali, sehingga membuat perdagangan valuta asing meningkat tajam.

Dilihat dari jumlah valuta asing yang diperdagangkan, katanya, didominasi oleh banyaknya wisatawan asal negara-negara Eropa dan Taiwan.

"Selain di bank kami, lonjakan transaksi valas juga terjadi di bank lainnya, terutama bank note (penukaran uang asing) yang diikuti dengan transaksi ekspor - impor," ujarnya.

Mengenai detail jumlah transaksinya, Benny memaparkan bahwa transaksi Euro merupakan yang paling tinggi. Urutan kedua Taiwan Dollar, kemudian mata uang Rusia, dan Renmimbi yang merupakan mata uang China.

"Peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Pulau Dewata dalam dua tahun ini telah memacu pertumbuhan tajam transaksi valuta asing di bank kami," ucapnya.

Menurut dia, bisnis ekspor dan impor saat ini juga memegang peran penting, dengan nilai transaksi valas dalam dua tahun tersebut memiliki tren yang terus meningkat signifikan. "Di wilayah kita ini prospeknya semakin kondusif," kata Benny.

Sementara Ike Laura Krisna dalam pesan dan kesannya menyampaikan, perekonomian di Bali memiliki kekhasan yang relatif unik. Keunikannya terutama terletak pada penopang ekonominya yang cenderung mengandalkan sektor pariwisata.

Karena itu ketika kondisi sektor pariwisata membaik seperti belakangan ini, maka perekonomian Bali juga terus tumbuh ke arah yang positif. "Bisnis perbankan di Pulau Dewata cenderung berbeda dengan daerah lainnya, karena ekonominya ditopang sektor pariwisata," ucapnya.(*)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026