Singaraja (Antara Bali) - Heans Juergen Uwe Sommer (52), wisatawan asal Jerman yang tinggal sementara di Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, melapor ke kepolisian setelah sempat diancam akan dilukai dengan pecahan botol oleh lelaki yang tidak dikenal.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng, AKP Wayan Suarda di Singaraja, Selasa menyebutkan, korban melaporkan bahwa kejadian tersebut berlangsung Selasa dinihari sekitar pukul 01.00 Wita, dan pelaku masih belum diketahui identitasnya.
"Korban ditodong dengan pecahan botol, dan saat ini pelakunya masih sedang dalam penyelidikan terkait identitasnya yang belum jelas," kata Suarda.
Dari keterangan awal yang diberikan Heans, ia mengaku saat itu sedang minum ditemani pelayan wanita di tempat hiburan malam "Kafe Tiga" Singaraja.
Tapi, lanjutnya, mendadak datang seorang lelaki yang kemudian berdiri memegang ujung botol minuman beralkohol, kemudian memecahkan lalu menodongkannya ke arah Heans.
Menurut Suarda, pemeriksaan terhadap Heans masih belum dilakukan secara mendetail sehubungan pihaknya masih memerlukan ahli bahasa dalam tindak pidana yang menelan korban warga negara asing tersebut.
Pihak pemilik kafe yang akrab disapa Debut, juga akan dipanggil terkait dengan kejadian pengancaman yang berlangsung di tempat usahanya itu.
Menurut keterangan sejumlah sumber di lapangan, kericuhan tersebut diduga kuat akibat pelaku yang merasa cemburu melihat Heans terlalu dekat dengan wanita yang melayaninya minum, yang tak lain merupakan kekasih pelaku.
"Karena situasi minim cahaya, sehingga korban sulit mengenali lelaki yang marah dan sempat menodongkan pecahan botol ke arahnya," ujarnya.
Suarda menyebutkan, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama saksi, termasuk pelayan kafe yang saat kejadian sedang melayani Heans minum-minum.
"Kami akan segera melakukan pemanggilan, termasuk kepada pemilik kafe serta beberapa penjaga keamanan yang bertugas di Kafe Tiga," kata Suarda menegaskan.(**)
