"Tiap malam tampak sosok bayangan berbaju putih dengan menenteng pedang, kemunculannya pas ada di depan SMPN 1 Bangli," kata Bendesa (ketua) Adat Banjar Pande, I Wayan Nyepek, Selasa.
Kemunculan sosok pria misteri itu sering muncul di lingkungan Banjar Pande. "Yang sering melihat ini adalah warga dari banjar sini juga," katanya.
Menurut dia, memang fenomena itu merupakan hal yang mistis berkaitan dengan angkernya kondisi Banjar Pande ini utamanya pas di depan SMPN 1 Bangli ini.
"Selain itu juga tempat ini secara spiritual sebagai lokasinya para 'rencang' atau prajurit Ida Bhatara yang ada di Kota Bangli ini," katanya.
Awalnya, jelas dia warga yang melakukan penjagaan di lokasi mengira bayangan manusia tersebut adalah penyusup.
"Warga pun berinisiatif untuk mencari kejelasan tersebut sehingga melakukan pengejaran," jelasnya.
Namun bayangan itu berlari melalui SMP Negeri I Bangli.
"Setelah kami kejar hingga ke jurang, sebelah timur sekolah bayangan itu lenyap begitu saja," katanya.
Menurut penuturan Nyepek, bayangan itu muncul sehari setelah kejadian bentrok berdarah antara warga Banjar Kawan dengan Warga Desa Songan yang mengakibatkan tewasnya Jero Wi. Bayangan manusia itu muncul sekitar jam 23.00 Wita, kemudian menghilang. Kembali muncul sekitar jam 02.00 dini hari.
"Saat muncul jam 02.00 warga dikejutkan adanya suara bangku di SMP N 1 Bangli. Setelah diperiksa, ternyata bayangan itu muncul," jelasnya.
Sejumlah warga Banjar Pande juga menyebutkan adanya kemunculan sosok bayangan manusia warna putih dengan membawa pedang. Bayangan itu dilihat warga yang melakukan ronda malam.
"Pascakematian Jero Selamet, lokasi memang sangat menyeramkan," ujarnya.
Ia mengatakan, setelah dilakukan ritual 'nanginin' oleh pihak keluarga korban, Minggu (24/7), bayangan manusia tidak lagi menampakan dirinya.
"Mungkin itu disebut arwah gentanyan," ujarnya. Selain dihantui keanehan itu, kata Nyempek lagi, warga khsusnya anak-anak di Banjar Pande mengalami trauma.
"Anak-anak begitu mendengar suara orang ramai langsung menangis. Bahkan, anak-anak di sekitar lokasi tidak berani tidur sendiri," katanya.
Ia mengharap Pemerintah perlu mengundang psikolog untuk memberikan terapi kepada warganya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026