Kabid P3PKL Dinas Kesehatan Dan Kesos Jembrana dr Putu Suekantara, Sabtu di Negara mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh setelah pihaknya menelusuri asal-muasal penderita hingga mengalami gejala terserang virus mematikan tersebut.
Mereka para penderita umumnya menyatakan bahwa sebelumnya pernah berhubungan seks dengan cewek kafe.
"Beberapa waktu setelah berhubungan seks itulah mereka mulai sering sakit-sakitan dan setelah beberapa bulan dites VCT ternyata positif tertular HIV," kata Suekantara.
Meski sumber dominan penularan sudah diketahui, Suekantara mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk memastikan cewek kafe mana saja yang mengidap HIV/AIDS.
Menurutnya, untuk melakukan tes VCT kepada seseorang tidak boleh lewat paksaan, namun harus atas kerelaan sendiri.
"Yang bisa kita lakukan hanyalah mengimbau agar mereka mau melakukan tes VCT dengan sukarela. Tapi dengan cara ini memang susah untuk mendeteksi penderita, karena tergantung kesukarelaan mereka," ujarnya.
Di sisi lain, usia terlama penderita HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana setelah penderita diketahui adalah lima tahun, sementara yang paling singkat dua minggu.
"Yang usianya pendek biasanya baru diketahui setelah HIV maupun AIDS sudah parah menyerang sistem kekebalan tubuhnya," jelas Suekantara.
Terkait dengan faktor dominan penularan HIV/AIDS ini, Bupati Jembrana I Putu Artha maupun Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan yang dikonfirmasi lewat SMS tidak membalas.
Sebelumnya diberitakan, jumlah penderita HIV/AIDS di Jembrana mengalami lonjakan tajam tiap tahunnya.
Suekantara mengatakan, total jumlah penderita HIV/AIDS yang terdata sebanyak 329 orang.
Menurutnya, dari tahun 2007 hingga saat ini jumlah penderita penyakit mematikan tersebut terus bertambah.
Pada tahun 2007 tercatat 20 orang, tahun berikutnya 17 orang, 2009 melonjak 60 orang, 2010 tercatat 64 orang dan hingga bulan Juni 2011 sebanyak 34 orang.
Data yang dimiliki Dinas Kesehatan Dan Kesos Jembrana ini belum termasuk orang yang melakukan VCT di rumah sakit-rumah sakit di Denpasar.
"Berdasarkan laporan ke kami, dari rumah sakit di Denpasar sebanyak 77 orang asal Jembrana yang melakukan VCT dinyatakan positif kena virus itu," kata Suekantara.
Ditambahkan, penularan HIV/AIDS di Jembrana dominan lewat hubungan seksual. Ironisnya, sebanyak 76 persen dari penderita berada pada usia produktif antara 20 hingga 40 tahun.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.