Beberapa nelayan Pengambengan ketika ditemui ANTARA, Jumat mengatakan, saat cuaca dingin seperti akhir-akhir ini, penyu sering bertelur di sepanjang pasir pantai desa setempat.
Menurut warga yang enggan disebutkan namanya, penyu biasanya merapat ke pasir pantai saat malam hingga dini hari.
Untuk mendapatkan telur-telur binatang laut yang dilindungi undang-undang itu, para pemburu harus sabar menunggu hingga berjam-jam di kawasan pantai.
"Namun bagi orang yang sudah biasa mencari telur penyu, ia sudah hafal betul di mana kira-kira penyu itu akan mendarat dan membuat sarang di dalam pasir untuk bertelur," kata seorang warga.
Disebutkan bahwa para pencari telur penyu itu juga memiliki aturan main yang tidak tertulis, intinya agar tidak terjadi keributan terkait perebutan telur penyu.
Biasanya, orang pertama yang melihat penyu datang dari laut dan sedang sendirian, maka telur-telurnya menjadi hak dia dibanding orang yang melihatnya saat penyu itu sudah bertelur.
Namun jika dua orang atau lebih sama-sama melihat kedatangan penyu yang diintai, maka telur yang akan didapat dibagi rata oleh mereka berdua.
Warga lainnya mengungkapkan, pencarian telur penyu di kawasan pesisir Pengambengan selalu melibatkan beberapa warga setempat.
"Dari pemantauan kami, belakangan ini jumlah orang yang mencari telur penyu semakin banyak, mungkin karena masa paceklik ikan berlangsung lama," ujarnya.
Bahkan saking bersemangatnya untuk mendapatkan telur penyu, seringkali nelayan tidak sabar untuk menunggu penyu berjalan sendiri ke pasir dan menggali lubang sarang untuk telurnya.
"Bagi yang tidak sabar, dengan beberapa orang penyu itu mereka angkat dan ditaruh di pasir agar tidak kelamaan nunggu jalannya yang lambat," kata seorang warga sambil tertawa.
Saat penyu sudah bertelur, nelayan yang menungguinya segera mengangkat penyu tersebut ke perairan, untuk kemudian diambil telurnya.
Meskipun memunguti telur-telur yang dijual dengan harga antara Rp1.000 hingga Rp1.250 per butir, warga biasanya tidak mau mengambil penyunya untuk dijual.
Pertimbangan mereka sederhana, yaitu jika penyunya juga ikut diambil, maka pada musim bertelur berikutnya mereka akan gigit jari, tidak bisa berharap mendapat telur penyu lebih banyak.
"Selain itu, kalangan nelayan Pengambengan percaya kalau membunuh penyu akan mendapatkan nasib apes," kata warga yang masih berusia muda.
Mencari telur penyu apalagi saat masa paceklik ikan, tampaknya cukup menggiurkan, karena dalam semalam bisa didapat puluhan hingga ratusan butir.
Telur-telur itu dijual eceran ke siapa saja yang percaya telur penyu memiliki khasiat tertentu khususnya untuk menambah vitalitas.
Belum diperoleh konfirmasi dari pihak berwenang yang bertugas dan bertanggungjawab mengawasi dan melarang perburuan telur penyu di kawasan pesisir Desa Pengambengan tersebut.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.