Denpasar (Antara Bali) - Pengusaha hotel dan restoran bertaraf internasional yang melayani keperluan wisatawan dalam dan luar negeri selama berlibur di Bali, diminta memanfaatkan daging sapi produksi daerah setempat.

"Kualitas daging sapi kita cukup memadai dan tidak kalah dengan daging impor, layak dihidangkan untuk masyarakat internasional," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, I Putu Sumantra di Denpasar, Senin.

Ia menyampaikankan hal itu menanggapi berita tentang rencana pemerintah pusat kembali melakukan impor ternak sapi dari Australia, yang akan dimulai Oktober 2011.

Peternak Bali sudah mampu memelihara sapi potong dengan sistem kereman, atau sapi dikandangkan tanpa diberikan ruang gerak terlalu banyak, apa lagi dipekerjakan sehingga bisa menghasilkan kualitas daging yang baik.

Putu Sumantra mengatakan, peternak sapi Bali mampu memenuhi permintaan pengusaha hotel yang siap menampung daging sapi Bali asalkan bisa mensuplai dalam jumlah yang cukup dan berkelanjutan tentu dengan harga bersaing.

Populasi Sapi Bali cukup memadai, bahkan rata-rata mengantarpulaukan 65.000 ekor per tahun, konsumsi hotel dan restoran hanya 1.300 ton per tahun untuk sapi Bali, 64 ton sapi impor asal Australia dan 16 ton asal Selandia Baru," ujarnya.

Sisanya berasal dari daging sapi luar daerah Bali. Bila impor dihentikan maka daging dari luar daerah Bali harus memenuhi kebutuhan lokal dan daging sapi Bali yang dipakai di hotel dan restoran yang ada di Bali.

"Bila hotel dan restoran memanfaatkan  daging sapi Bali maka kami bisa mengurangi bahkan menyetop pengiriman sapi ke luar Bali, dan kebutuhan terserbut bisa saja dipenuhi daerah lainnya seperti Sulawesi, Kalimantan dan NTB.

Oleh sebab itu Bali menentang keras jika pemerintah kembali membuka kran impor sebanyak 180.000 ekor sapi dari Australia Oktober 2011, karena bisa berpengaruh terhadap harga ternak di tingkat petani.

"Masa pengusaha hotel dan restoran, berusaha di sektor pariwisata yang memanfaatkan keindahan alam dan budaya Bali, tidak mau memanfaatkan daging sapi Bali dari sektor riil yang ada," kata Sumantra.




Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026