"Dunia internasional mengapresiasi kondisi ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 5 persen dianggap cukup baik, kondisi itu mendorong pelaku pasar kembali melakukan aksi beli saham," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta.
Ia menambahkan, sentimen dari tiga lembaga pemeringkat utama dunia yaitu Fitch Ratings, dan Moody's, dan Standard and Poor's (S&P) yang telah memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia masih menjadi katalis positif bagi bursa saham domestik.
Selain itu, lanjut dia, peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business) yang meningkat menambah sentimen positif bagi pasar modal domestik.
Di sisi lain, lanjut dia, Indonesia juga dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan tahunan pimpinan International Monetary Fund-World Bank 2018 di Bali. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah menunjukkan kepercayaan dunia atas reputasi dan stabilitas ekonomi, politik, keamanan serta kemajuan pembangunan Indonesia.
Dari eksternal, ia mengatakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mencalonkan Jerome Powell untuk mengetuai The Fed. Dengan Trump mencalonkan Powell, diharapakan tidak mengubah strategi mendasar kebijakan moneter AS sehingga bisa menjadi sinyal positif bagi pasar global, termasuk IHSG. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Zubi Mahrofi: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.