Warga Buleleng Sembahyang Hari Pagerwesi di Pura Keluarga

Warga Buleleng Sembahyang Hari Pagerwesi di Pura Keluarga

Ilustrasi - Sejumlah Umat Hindu menggelar persembahyangan Hari Pagerwesi di Pura Jagatnatha, Denpasar, Bali, Rabu (8/10). (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wdy/14)(edm)

Singaraja (Antara Bali) - Warga Desa Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali merayakan Hari Suci Pagerwesi dengan bersembahyang di Pura Kemulan atau Pura Keluarga.

"Selain Pura Keluarga, rencananya nanti juga sembahyang di Pura Jagatnatha," kata Made Agus Arya, salah satu warga Banyuning, Rabu.

Ia mengatakan dirinya bersembahyang di Pura Kemulan bersama semua sanak saudara. Momentum Pagerwesi semua saudara yang bekerja di luar daerah memang berkesempatan libur dan pulang kampung.

Tradisi Pagerwesi yang dirayakan secara meriah di Buleleng, kata dia, sudah terjadi sejak dirinya masih kecil. Warga Buleleng merayakan Pagerwesi lebih semarak dan kusyuk.

Pura Keluarga atau di Bali lebih dikenal dengan Pura Kemulan bertujuan memuliakan para leluhur agar memberikan karunia kesejahteraan dan juga perlindungan.

Masyarakat Bali, kata dia, percaya bahwa sejak lahir memiliki tiga utang yakni pada Tuhan (Dewa Rna), leluhur (Pitra Rna) dan para rsi (Rsi Rna).

"Pemujaan ke Pura Kemulan sebagai wujud nyata kita untuk membayar utang kita kepada leluhur yang terlah mendahului kita," papar dia.

Sementara itu, sebelumnya pada Penampahan Pagerwesi, pihaknya juga merayakan Penampahan Pagerwesi atau sehari sebelum perayaan Hari Suci Pagerwesi dengan memotong hewan persembahayang yajna atau korban suci.

Selain itu juga, untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan pada perayaan Pagerwesi yang ada, mulai dari sarana banten, perlengkapan upakara dan juga kebutuhan makan keluarga. (WDY)