Denpasar (Antara Bali) - Serangkaian hari suci Pagerwesi, Rabu (27/4) yang diperingati Umat Hindu, berdampak pada aktivitas perkantoran pemerintah di seluruh Bali libur fakultatif atau tidak wajib.

"Semua perkantoran pemerintah libur fakultatif. Namun terkait dengan pelayanan umum, seperti puskesmas dan rumah sakit umum tetap buka seperti biasa," kata Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi, Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali, I Ketut Teneng, di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, dispensasi libur fakultatif hari Pagerwesi tersebut sudah menjadi ketetapan pemerintah provinsi melalui surat edaran Gubernur Bali.

Berdasarkan surat edaran Gubernur Bali Mangku Pastika, libur fakultatif bagi pegawai instansi pemerintah bertepatan hari Galungan dan Kuningan, Siwalatri, Ngembak Geni Nyepi, Saraswati serta Pagerwesi.

Sedangkan untuk Kamis (28/4) besok, kata dia, kantor pemerintah di Pulau Dewata kembali buka seperti biasa.

"Jadi pegawai pun tugas seperti biasa. Bagi PNS yang melanggar atau tidak masuk kerja dengan alasan upacara agama tersebut tetap dikenakan sanksi sesuai dengan aturan," kata pria asal Desa Les, Kabupaten Buleleng itu.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Dr I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, umat Hindu pada Pagerwesi yang di peringati setiap 210 hari ini melakukan upacara keagamaan dengan menghaturkan sesajen serta rangkaian janur, bunga dan buah-buahan yang dikemas berbentuk "banten" di tempat suci rumah keluarga masing-masing (merajan).

Pagerwesi merupakan "tonggak" untuk mengingatkan umat terhadap Tuhan Yang Maha Esa penguasa alam semesta. Upacara itu dilakukan dengan cara bhakti maupun pengorbanan suci secara tulus ikhlas (yadnya).

Umat Hindu pada hari suci terbesar kedua setelah Hari Raya Galungan dan Kuningan (Kemenangan Dharma), juga dimaksudkan untuk memohon keselamatan, kesejahteraan dan bimbingan ke jalan yang benar serta mampu menegakkan kebenaran sesuai ajaran agama dan hati nurani.

Dari pantauan, tampak kantor-kantor pemerintah di kawasan Renon, Kota Denpasar, pintu gerbangnya tertutup rapat dan dijaga satuan pengamanan (satpam).

Begitu juga ruas jalan protokol, seperti Jalan Raya Puputan, Diponegoro, PB Sudirman dan di seputaran perempatan Catur Muka Denpasar tampak lengang, dibanding hari kerja.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026