Tokyo (Antara Bali) - Sebuah universitas di Jepang berencana
membangun pusat penelitian mengenai ninja yang diklaim sebagai yang
pertama di dunia.
Meski kebanyakan hanya bisa
diketahui lewat buku-buku sejarah dan fiksi, pamor ninja bangkit lagi
setelah otoritas Jepang menggunakan ninja untuk mempromosikan pariwisata
menjelang Olimpiade 2020 di Tokyo.
Kini, Universitas Mie di Jepang tengah, wilayah yang dianggap sebagai kampung halaman ninja, mengumumkan akan membangun fasilitas riset ninja mulai Juli mendatang.
Kini, Universitas Mie di Jepang tengah, wilayah yang dianggap sebagai kampung halaman ninja, mengumumkan akan membangun fasilitas riset ninja mulai Juli mendatang.
Mereka
berencana mengumpulkan data induk ninja dan mendorong kerja sama
ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu yang mempelajari ninja, kata Yuji
Yamada, profesor sejarah Jepang di universitas itu.
"Kami
akan melakukan penelitian mengenai dokumen-dokumen kuno dan
berkolaborasi dengan para peneliti sains agar bisa menerapkan kearifan
ninja dalam kehidupan modern," kata Yamada, yang merencanakan
pembangunan pusat studi itu, kepada kantor berita AFP pada Kamis (11/5).
"Misalnya,
ninja membakar dupa Jepang sebelum keluar rumah untuk menghindari
hal-hal buruk. Kami berasumsi dupa bisa meningkatkan konsentrasi
sehingga ninja bisa terhindar dari cedera," katanya, menambahkan riset
mengenai wewangian itu bisa bermanfaat untuk dunia masa kini.
Fasilitas
itu akan dibangun di Iga, sebuah kota di 350 kilometer barat daya Tokyo
yang dikelilingi gunung yang dulunya merupakan tempat bernaung banyak
ninja.
Yamada juga mengatakan pusat studi itu
akan menerbitkan hasil riset dalam bahasa Inggris dan Jepang agar bisa
lebih mudah diakses ilmuwan dan para penggemar dari luar negeri.
Di
tengah melejitnya popularitas ninja, Prefektur Aichi tahun lalu mulai
mempekerjakan ninja, termasuk orang asing, untuk mempromosikan
pariwisata di area yang dikenal dengan kastil bersejarah Nagoya.
Pada
2015, para gubernur dan wali kota dari prefektur di seluruh Jepang
mengganti pakaian mereka dengan kostum ninja untuk mengumumkan
peluncuran "dewan ninja". (WDY)
Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026