Denpasar, 15/3 (ANTARA) - Sumber gangguan yang menyebabkan sistem kelistrikan di sebagian wilayah Bali, seperti di seputar Kota Denpasar padam serentak Selasa siang, sempat sulit dideteksi.
"Dari 14 gardu induk, delapan di antaranya tidak berfungsi normal dan padam. Sumber gangguan saat itu sempat sulit dideteksi," kata General Manager PLN Distribusi Bali Dadan Kurniadi Poera kepada pers di Renon, Denpasar.
Pihaknya sempat kesulitan mendeteksi sumber masalah, katanya, karena gangguan transmisi terjadi dari pembangkit di Pesanggaran sampai Padang Sambian, yang jaraknya cukup panjang. "Ini menjadi penyebab sulitnya menemukan sumber gangguan," ucapnya.
Dadan menjelaskan, sebenarnya pada pukul 11.50 Wita, semua gardu induk sudah kembali normal, hanya saja untuk menyuplai listrik dari gardu induk ke pelanggan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Meski begitu, katanya, pada pukul 13.41 Wita, keadaan sudah kembali berangsur-angsur normal seperti biasa.
Dengan adanya gangguan listrik padam secara serentak tersebut, pihaknya meminta maaf kepada seluruh pelanggan PLN Distribusi Bali. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada seluruh pelanggan di Bali, khususnya yang telah mengalami pemadaman," ungkap Dadan.
Sementara Manager Area Pengatur Distribusi PLN Bali Heri Santoso menjelaskan, Pulau Dewata memiliki tiga pembangkit listrik, yaitu di Pesanggaran, Gilimanuk dan Penarub, dengan total pasokan 420 megawatt.
Selain itu, Bali juga mendapat pasokan dari Pulau Jawa sebesar 200 megawatt. Seluruh pembangkit listrik untuk Provinsi Bali itu dapat beroperasi dengan baik, ujarnya.
Penyebab terjadinya pemadaman listrik di Bali selama sekitar satu jam secara serentak itu akibat adanya gangguan transmisi dari pembangkit listrik Pesanggaran sampai ke Padang Sambian.
"Jadi gardu induk itu ibarat gelas yang harus diisi air dari pembangkit. Gardu induk padam karena tidak mendapat pasokan dari pembangkit dan penyebabnya ada dalam proses transmisi tersebut," ujar Heri Santoso.
Adapun kedelapan gardu induk yang padam adalah Gardu Induk Amlapura (Karangasem), Gianyar, Kapal dan Nusa Dua (Badung), serta di Denpasar meliputi Padang Sambian, Pemecutan, Kelod, Pesanggaran dan Gardu Induk Sanur.
Sedangkan gardu induk yang tidak mengalami gangguan yakni Antasari, Baturiti, Gilimanuk, Negara (Jembrana), Payangan dan Gardu Induk Pemaron (Buleleng).(*)
