Gili Trawangan (Antara Bali) - Bank Indonesia mengoptimalkan peranan media sosial guna meningkatkan layanan informasi menyangkut kebijakan moneter, perkembangan nilai mata uang hingga jadwal pelayanan kas keliling kepada masyarakat.

"Ini sebagai bentuk layanan informasi publik dengan mengikuti perkembangan terkini di masyarakat," kata Kepala Divisi Komunikasi Online dan Layanan Informasi Publik, Departemen Komunikasi BI, Dwi Mukti Wibowo saat memberikan pelatihan kepada wartawan ekonomi bisnis di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat, Sabtu.

Menurut dia, bank sentral itu baru-baru ini telah meluncurkan akun jejaring pertemanan atau facebook pada 1 September 2015 dan situs unggah foto atau Instagram pada November 2015.

Sebelumnya bank sentral itu telah memiliki akun twitter dengan jumlah pengikut yang mencapai lebih dari 263 ribu dengan jumlah komunikasi atau kicauan harian yang mencapai sekitar 19.800.

Melalui media sosial seperti twitter, Dwi menjelaskan bahwa pihaknya menyebarkan informasi kepada masyarakat dengan layanan jadwal kas keliling dan informasi kurs merupakan dua layanan yang rutin diunggah setiap hari.

"Layanan itu juga mendapat respon paling besar selama Oktober 2015 ini," imbuh Dwi.

Dwi lebih lanjut menjelaskan bahwa selain menyebarluaskan informasi terkait BI, pihaknya juga menerima pengaduan dan permohonan informasi baik melalui telepon, surat, surat elektronik hingga datang langsung.

Selama Oktober 2015, BI mencatat sediktinya 8.777 permohonan informasi yang masuk melalui media tersebut.

"Selama sehari pernah kami mendapatkan 12 ribu yang mengajukan pertanyaan kepada kami misalnya terkait kewajiban Rupiah," katanya.

Mayoritas permohonan informasi terkait kewwajiban penggunaan Rupiah berasal dari perbankan sebesar 48 persen, lembaga keuangan non-bank (27 persen), masyarakat umum (22 persen) dan dunia usaha.

"Hampir 82 persen masyarakat menelepon, sisanya datang langsung ke BI sebesar 10 persen dan melalui surat elektronik sebesar delapan persen," imbuhnya.

Sebagian besar pertanyaan yang diajukan kepada bank sentral itu menyangkut status kredit, peraturan dan kegiatan operasional Bank Indonesia hingga RTGS jasa transfer uang valuta Rupiah antarbank baik dalam satu kota maupun dalam kota yang berbeda secara real time).

Masyarakat, lanjut Dwi, juga bisa mengakses layanan 131 yang langsung terhubung kepada operator untuk menanyakan terkait bank sentral itu. (DWA)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : Dewa Sudiarta Wiguna


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015