Nusa Dua (Antara Bali) - Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat laba pada September 2015 atau triwulan III perusahaan tersebut mencapai Rp468,8 miliar atau turun tipis sebesar 0,5 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp471,4 miliar.
"Salah satu pendapatan laba dari imbal jasa penjaminan (IJP) dari sektor kredit usaha rakyat tahun ini baru berjalan pada pertengahan Agustus sehingga pendapatan dari IJP dari sektor itu melambat," kata Direktur Penjaminan Bank Perum Jamkrindo, Bakti Prasetyo dalam seminar internasional terkait penjaminan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin.
Menurut Bakti Prasetyo, laba tahun berjalan perusahaan itu selain didapat dari IJP bersih, juga pendapatan investasi dan pendapatan lain.
Dalam laporan keuangan September 2015, IJP bersih kuartal ketiga tahun ini turun sekitar 19,6 persen yang mencapai Rp831,4 miliar. "Jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode sama mencapai Rp922, 5 miliar," imbuh Bakti Prasetyo.
Sedangkan jumlah laba komprehensif tahun berjalan khusus untuk KUR sepanjang September 2015 tercatat Rp176,9 miliar. Meski pendapatan laba menurun, namun dari sisi aset, perusahaan itu menunjukkan hal yang positif.
Hingga akhir September 2015, perusahaan membukukan aset senilai Rp10,39 triliun atau naik sebesar 3,69 persen dari posisi akhir tahun 2014 yang mencapai Rp10,02 triliun. "Sedangkan nilai ekuitas tercatat Rp8,40 triliun atau hampir tetap dari posisi ekuitas per 31 Desember 2014 sebesar Rp8,41 triliun," ujar Bakti Prasetyo. (WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015
"Salah satu pendapatan laba dari imbal jasa penjaminan (IJP) dari sektor kredit usaha rakyat tahun ini baru berjalan pada pertengahan Agustus sehingga pendapatan dari IJP dari sektor itu melambat," kata Direktur Penjaminan Bank Perum Jamkrindo, Bakti Prasetyo dalam seminar internasional terkait penjaminan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin.
Menurut Bakti Prasetyo, laba tahun berjalan perusahaan itu selain didapat dari IJP bersih, juga pendapatan investasi dan pendapatan lain.
Dalam laporan keuangan September 2015, IJP bersih kuartal ketiga tahun ini turun sekitar 19,6 persen yang mencapai Rp831,4 miliar. "Jika dibandingkan tahun sebelumnya pada periode sama mencapai Rp922, 5 miliar," imbuh Bakti Prasetyo.
Sedangkan jumlah laba komprehensif tahun berjalan khusus untuk KUR sepanjang September 2015 tercatat Rp176,9 miliar. Meski pendapatan laba menurun, namun dari sisi aset, perusahaan itu menunjukkan hal yang positif.
Hingga akhir September 2015, perusahaan membukukan aset senilai Rp10,39 triliun atau naik sebesar 3,69 persen dari posisi akhir tahun 2014 yang mencapai Rp10,02 triliun. "Sedangkan nilai ekuitas tercatat Rp8,40 triliun atau hampir tetap dari posisi ekuitas per 31 Desember 2014 sebesar Rp8,41 triliun," ujar Bakti Prasetyo. (WDY)
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015