Denpasar (Antara Bali) - Subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-Pr) di Bali andilnya dalam membentuk nilai tukar petani (NTP) turun 0,35 persen dari 101,75 persen pada Juni 2015 menjadi 101,39 persen pada Juli 2015.

"Secara umum menurunnya NTP subsektor perkebunan itu dipicu oleh naiknya indek yang diterima petani (lt) sebesar 0,15 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Jumat.

Sedangkan indeks yang dibayar petani (lb) naik sebesar 0,50 persen. Meskipun peran subsektor perkebunan menurun, namun posisinya mengalami perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya karena sudah berada di atas 100 persen.

Panasunan Siregar menambahkan, sejumlah komoditas perkebunan yang memberikan andil atas naiknya indeks yang diterima petani antara lain cengkeh dan kopi.

Pada sisi lain kenaikan indeks yang dibayar petani dipengaruhi oleh indeks konsumsi rumah tangga yang naik sebesar 0,60 persen serta biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) 0,15 persen, ujar Panasunan Siregar. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali Ir. IDM Buana Duwuran, M.P dalam kesempatan terpisah menambahkan, petani di daerah ini semakin bergairah mengembangkan tanaman perkebunan, khususnya kakao dengan pemeliharaan yang lebih intensif sehingga menghasilkan buah yang berkualitas untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.

Produksi buah kakao bertambah banyak, dan hasil produksinya memasuki pasar ekspor sehingga kondisi itu menjadi salah satu penyebab petani pekebun saemakin bergairah untuk menanam kakao sebagai tanaman bernilai ekonomi tinggi.

Perolehan devisa dari kakao merupakan yang tertinggi yakni 829 ribu dolar dari hasil ekspor perkebunan sebesar 980 ribu dolar enam bulan pertama 2015 dan sisanya hasil perdagangan kopi 140 ribu dolar dan vanilia hanya10 ribu dolar.

Panasunan Siregar menambahkan, subsektor perkebunan merupakan salah satu dari lima pembentukan NTP Bali. Dari lima subsektor itu hanya subsektor perkebunan yang menurun dan empat lainnya mengalami peningkatan .

Empat subsektor lainnya yang mengalami kenaikan dalam pembentukan NTP meliputi subsektor perikanan 0,44 persen, tanaman pangan 0,62 persen, hortikultura 1,88 persen dan peternakan 0,46 persen, ujar Panassunan Siregar. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015