Negara (Antara Bali) - Seorang kakek berinisial GKS (72), dari Desa Pergung, Kabupaten Jembrana, terpaksa berjualan togel untuk membiayai sekolah cucunya, yang ditinggal orang tuanya.

Hal tersebut ia sampaikan saat ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, saat ia berkeliling kampungnya mencari pembeli togel.

Ia mengaku, memiliki cucu yang masih duduk di kelas III SMP, yang membutuhkan biaya sekolah, karena ayahnya memiliki isteri lagi dan tinggal di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Ayahnya sudah jarang pulang. Ia memilih tinggal di Banyuwangi, bersama isterinya tersebut sehingga cucu ini menjadi tanggungan saya," katanya.

Menurutnya, ia diberi beban tiga orang cucu, namun dua diantaranya sudah lulus SMA, sehingga ia bertekad pendidikan cucu terakhirnya tersebut harus sama dengan kakak-kakaknya.

Ia mengatakan, setiap hari keliling menjual togel, dengan penghasilan rata-rata Rp20 ribu hasil dari komisi yang ia terima dari pengepul judi tersebut.

"Komisi dari menjual togel tersebut, Rp5 ribu saya berikan cucu untuk bekal ke sekolah, dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari. Saya masih memiliki isteri, tapi sudah sakit-sakitan," ujarnya.

Saat ditangkap, dari kakek yang pendengarannya sudah terganggu ini, polisi mendapatkan barang bukti uang Rp30 ribu dan kertas berisi angka-angka togel dan pemasang.

Setelah ditangkap polisi, ia mengaku, tidak tahu dengan pendidikan cucunya tersebut, termasuk yang akan merawat isterinya.

"Saya sebenarnya sudah niat berhenti jualan togel, setelah cucu saya tamat SMA. Tapi keburu ditangkap polisi," katanya.

Kasubag Humas Polres Jembrana Ajun Komisaris Wayan Setiajaya mengatakan, pelaku dijerat dengan pasal 303 KUHP.(GBI)

Pewarta: Oleh Gembong Ismadi

Editor : Gembong Ismadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015