Denpasar (Antara Bali) - Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Dr I Gusti Ngurah Sudiana menilai, kesadaran umat Hindu di berbagai pelosok pedesaan dan perkota di Pulau Dewata dalam memperingati perayaan Hari Suci Siwaratri (penyadaran diri) semakin baik.

"Masing-masing desa perkraman di Bali yang mencapai 1.480 desa adat itu umumnya melakukan ritual di salah satu pura kahyangan tiga untuk mendapatkan kedamaian, kenyamanan dan kebahagiaan," kata Ketua PHDI Bali Dr Ngurah Sudiana di Denpasar, Senin.

Umat Hindu memperingati perayaan Hari Suci Siwaratri selama dua hari, 19-20 Januari 2015 dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan dispensasi kepada karyawan-karyawati instansi pemerintah dan dan seluruh jenjang pendidikan.

"Perayaan Siwaratri setiap tahunnya semakin baik, semarak dan penuh khidmat yang melibatkan umat di masing-masing desa adat," ujar Ngurah Sudiana.

Pihaknya telah memberikan pedoman baku tentang tata cara pelaksanaan Hari Suci Siwaratri di masing-masing desa adat.

Ia menjelaskan, berkat buku pedoman itu masing-masing desa adat melaksanakan perayaan itu di salah satu pura kayangan tiga, yang sebelum tahun 1980 dilakukan secara perorangan maupun kelompok.

"Perayaan sebelumnya itu itu dilakukan di tanah lapang, pantai atau tempat yang aman, nyaman dan sejuk yang mampu memberikan ketenangan," ujar Ngurah Sudiann.

Ia mengingatkan, perayaan di masing-masing desa adat sesuai pedoman mempunyai makna yang sama dengan perayaan Siwaratri yang dipusatkan di Pelataran Pura Besakih, tempat suci umat Hindu terbesar di Bali yang terletak Kabupaten Karangsem.

Dengan demikian umat di masing-masing desa adat tidak perlu berduyun-duyun datang mengikuti perayaan Siwaratri di Pelataran Pura Besakih.

Pemerintah Provinsi Bali dalam beberapa tahun belakangan ini memfasilitasi perayaan Hari Suci Siwaratri di Pura Besakih. Dalam perayaan kali ini akan menampilkan penceramah spiiritual Gede Prama dan menyuguhkan berbagai jenis kesenian ***4***

(T.I006/B/E001/E001) 19-01-2015 10:55:44

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015