Denpasar (Antara Bali) - Bali mengekspor hasil kerajinan keramik senilai 391.067,52 dolar AS selama lima bulan periode Januari-Mei 2013, meningkat 14,73 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya 340.864,13 dolar AS.

Demikian pula dari segi volume pengapalan matadagangan bernilai ekonomis itu meningkat 36,61 persen dari 90.111 unit lima bulan pertama 2012 menjadi 123.097 unit dalam kurun waktu yang sama 2013, kata Kepala Biro Humas Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, keramik hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali merupakan salah satu dari 17 jenis hasil industri skala rumah tangga yang menembus pasaran luar negeri.

"Matadagangan itu memberikan kontribusi yang relatif kecil, yakni 0,18 persen dari total ekspor Bali yang mencapai 216,92 juta dolar AS," ujar Ketut Teneng.

Perajin dan seniman Bali menjadikan bahan baku keramik dalam berbagai jenis rancang bangun (disain) dikombinasikan dengan unsur seni sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi konsumen luar negeri.

Ketut Teneng menambahkan, pasaran Amerika Serikat menyerap 20,34 persen matadagangan keramik dari Bali, menyusul Australia 13,46 persen, Jepang 3,13 persen dan Singapura 2,36 persen.

Selain itu juga China 1,56 persen, Hong Kong 0,02 persen, Prancis 5,66 persen, Belanda 0,48 persen, Inggris 1,12 persen, Jerman 2,53 persen serta sisanya 49,32 persen diserap berbagai negara lainnya.

Kerajinan kramik Bali kombinasi unsur seni itu pernah mengalami kejayaan tahun 1980-an berkat teknologi yang ditemukan oleh Anak Agung Ngurah Oka (77) yang saat itu sebagai dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Udayana.

Perajin keramik kelahiran Desa Kapal, Kabupaten Badung itu memiliki segudang pengalaman dari menekuni seni olah tanah liat dan industri keramik dengan peralatan yang sangat sederhana. (WRA) 

Pewarta: Oleh IK Sutika

Editor : I Gede Wira Suryantala


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013