PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali
mengimbau kepada masyarakat Bali untuk aktif melaporkan potensi maupun gangguan kelistrikan saat cuaca ekstrem yang terjadi selama musim hujan.

"Sekarang kita memasuki musim hujan. Kami imbau kepada masyarakat kalau ada hal-hal yang berpotensi misalnya pohon yang mendekati jaringan, atau berpotensi pohon itu roboh menimpa jaringan mohon diinformasikan ke tim kami di PLN terdekat sehingga kami bisa secepatnya melakukan perabasan," kata Manager Komunikasi PT PLN (Persero) UID Bali I Made Arya di Denpasar, Bali, Sabtu.

Arya mengatakan dari sisi supply, pasokan listrik di Bali saat ini berada dalam taraf sangat mencukupi, bahkan lebih (oversupply), namun demikian, di sisi penggunaan akan terkendala jika terjadi kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti misalnya pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Arya mengatakan informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan mengingat petugas PLN tidak selalu ada di setiap sudut lokasi untuk memantau jaringan kelistrikan. Pada kondisi tidak normal, masyarakat diminta proaktif untuk melaporkan gangguan melalui kantor PLN terdekat atau melalui PLN Mobile agar perbaikan jaringan yang rusak tidak membutuhkan waktu yang lama.

Arya juga mengingatkan masyarakat yang rumahnya mengalami kebanjiran untuk segera mematikan MCB untuk mencegah hubungan arus pendek yang bisa berakibat fatal. MCB merupakan pengganti sekring yang merupakan singkatan dari Miniature Circuit Breaker.

Baca juga: BPBD Bali atasi 78 bencana akibat cuaca ekstrim

Selain pohon tumbang, faktor lain yang berpotensi mengganggu jaringan kelistrikan di Bali adalah layangan. Layang-layang dari berbagai ukuran bisa memacu gangguan kelistrikan dan telah terjadi beberapa kasus di Bali.

"Musim layangan dan penghujan dua gabungan berpotensi lebih besar, layangan di atas kena hujan, kena embun lalu jatuh di jaringan listrik. Jadi, mohon perhatian untuk memainkan layangan jauh dari jaringan listrik," kata Arya.

Arya memastikan personel PLN selalu bersiaga di lapangan untuk menjaga pasokan listrik tetap aman.

Terkait cuaca ekstrem di Bali, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali i Made Rentin dalam keterangan resminya mencatat pada Jumat, 7 Juli 2023 hingga pukul 17.00 WITA ada 78 bencana terjadi di seluruh Bali.

Bencana tersebut didominasi oleh pohon tumbang di 31 titik, diikuti bencana tanah longsor di 29 titik, banjir 12 titik, bangunan jebol di empat titik dan satu titik jalan jebol. Bencana kali ini mengakibatkan satu orang hanyut terbawa banjir namun dapat diselamatkan.

Baca juga: Ratusan rumah di Kabupaten Jembrana terendam banjir

BPBD juga mencatat dari bencana tersebut ada tiga orang korban dimana satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka. Sementara satu orang masih dalam pencarian tim di lapangan.

Bencana pohon tumbang paling banyak terjadi di Kabupaten Gianyar yakni 16 titik lalu di Kabupaten Badung ada delapan pohon tumbang.

Di Bangli, Karangasem dan Jembrana juga banyak pohon bertumbangan, namun menurut keterangan PLN UID Bali laporan gangguan kelistrikan akibat kejadian tersebut masih dalam taraf normal dan bisa teratasi dengan cepat.

Pewarta: Rolandus Nampu

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023