Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bali mencatat kenaikan jumlah hewan kurban Idul Adha 1444 Hijriah sebanyak 15 persen.

Di Denpasar, Kamis, Wakil Ketua LDII Bali Haji Hardilan menyebut tahun ini mereka menyembelih 115 ekor sapi dan 244 ekor kambing, sementara tahun sebelumnya 101 ekor sapi dan 215 ekor kambing.

“Sedikit memang (kenaikan) nya, tapi kenyataannya harga sapi dan kambing cukup mahal sekarang, karena yang ukuran sedang jarang malah adanya yang besar ke atas, jadi kuantitas naik cuma 15 persen tidak banyak,” kata dia.

Ia menyebut, rata-rata harga sapi saat ini Rp20 juta dan kambing Rp2,5 juta, dan seluruh hewan yang disembelih dipastikan kesehatannya.

Berdasarkan pemeriksaan koas dokter hewan Universitas Udayana, tak ditemukan penyakit pada hewan kecuali adanya pendarahan pada paru-paru yang diperkirakan terjadi karena proses pemotongan dilakukan saat sapi sedang bernapas.

Dijelaskan pula bahwa hewan kurban yang sehat terlihat dari hidung basah dan suhu normal 37-38,9 derajat celcius bagi sapi sementara untuk kambing dicek melalui kulsum 60-90 per menit.

Nantinya, seluruh daging kurban akan dibagi menjadi 10 ribu paket dan disebar ke warga sekitar baik Muslim maupun bukan, serta masyarakat membutuhkan yang telah tercatat di tiap kabupaten/kota se Bali.

Sebaran paling banyak berada di Kota Denpasar, disusul Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Gianyar.

Wakil Ketua LDII Bali itu mengatakan, berbagi daging kurban merupakan tradisi mereka, di mana tujuannya untuk meningkatkan solidaritas sesama manusia.

“Dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS yang waktu itu menerima wahyu untuk menyembelih putranya, kan hal yang tidak mungkin tapi dilaksanakan karena ketaatan, kemudian Allah berikan ganti. Artinya kita harus beramal sekecil apapun,” ujar Hardilan.

Proses penyembelihan hewan kurban di Kantor LDII Bali sendiri dilakukan sejak pukul 8.30 Wita usai shalat Idul Adha, dengan memotong 12 ekor sapi dan 31 ekor kambing khusus di lokasi tersebut.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023