Singaraja (Antara Bali) - Wilayah Kabupaten Buleleng memerlukan tempat istirahat, atau objek wisata transit, khususnya bagi turis dalam dan luar negeri yang berkunjung ke daerah utara Bali itu.

"Perjalanan lewat darat dari Denpasar hingga Singaraja membutuhkan waktu lebih dari 2,5 jam. Karena jarak tempuh cukup jauh, wisman sering merasa bosan, sehingga perlu tempat istirahat yang nyaman," kata anggota Komisi II DPRD Bali, Sugawa Korry di Singaraja, Minggu.

Ia mengatakan, lokasi transit bagi wisatawan itu bisa dibangun di kawasan Buleleng bagian selatan, seperti di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada.  "Tower wisata di Wanagiri itu strategis untuk dibangun, sehingga wisatawan bisa melihat Danau Buyan, Danau Bratan, dan Danau Tamblingan di arah selatan. Sedangkan di utara, mereka bisa melihat Kota Singaraja," ujarnya.

Sugawa yakin hal itu bisa memecahkan masalah keengganan wisatawan yang berkunjung ke Buleleng, karena alasan jarak dan waktu.  "Harus kita akui jarak tempuh cukup lama, dan wisatawan sering bosan di perjalanan. Jadi di antara perjalanan yang lama itu, dibuatkan objek wisata yang menarik," ujar Sugawa.

Hanya saja, politisi dari Partai Golkar itu minta agar pemerintah tidak membuka keran kawasan akomodasi wisata berupa hotel, penginapan, maupun vila di kawasan Desa Wanagiri.  Hal itu karena kawasan tersebut merupakan daerah resapan air dan dikhawatirkan membawa dampak krisis air bersih di wilayah utara Bali.

"Akomodasi sudah ada di Lovina dan Pemuteran. Di Singaraja juga ada banyak. Jadi biarkan di Wanagiri itu semacam objek transit, dan wisatawan bisa menginap di kota. Jangan di atas membuat akomodasi, karena itu wilayah serapan," harap Sugawa yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buleleng. (*/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012