Seorang perempuan asal Kelurahan Baler Bale Agung, Kabupaten Jembrana yang merupakan pasien terlama COVID-19 di Bali dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di RS PTN Universitas Udayana.

"Pasien ini menjalani perawatan selama 82 hari. Ia kami rujuk ke RS PTN Universitas Udayana tanggal 15 Juni lalu, setelah dua bulan lebih dirawat di RSU Negara," kata Direktur RSU Negara dr I Gusti Bagus Oka Parwata, Kamis.

Ia mengatakan, dari awal dirawat hingga dinyatakan sembuh, wanita berusia 48 tahun ini menjalani 24 kali tes swab, yang saat dirawat di RSU Negara hasilnya berubah-ubah.

"Beberapa kali tes swab satu kali negatif, tapi saat tes swab kedua kembali positif. Akhirnya kami rujuk ke RS PTN Universitas Udayana, karena memang rumah sakit itu menjadi rujukan di Bali," katanya.

Menurutnya, sebelum dirujuk pasien ini menjalani tes swab di RSU Negara dengan hasil negatif, kemudian dua kali tes swab di RS PTN Universitas Udayana juga dinyatakan negatif.

Baca juga: Di Jembrana, Kasus COVID-19 transmisi lokal terus bertambah

Selama dirawat dua bulan lebih di RSU Negara, ia mengatakan, kondisi pasien ini baik serta tidak ditemukan gejala klinis maupun penyakit lain dalam tubuhnya.

Ia mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan, RS PTN Universitas Udayana memiliki dokter konsultan ahli, serta memiliki obat antivirus bernama Mylan, yang merupakan bantuan dari WHO.

"Obat antivirus bantuan WHO itu sementara ini hanya diberikan kepada RS PTN Unud, sehingga hanya rumah sakit itu satu-satunya yang memiliki obat antivirus tersebut," katanya.

Dengan sembuhnya pasien ini, menurutnya, saat ini RSU Negara masih merawat 3 orang pasien positif Covid-19 yaitu warga dari Desa Beranbang, Tegalbadeng Timur dan Ekasari.

Lewat Humas Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Jembrana, wanita yang tertular dari suaminya dan merupakan pasien trasmisi lokal pertama di Kabupaten Jembrana ini mengatakan, begitu dinyatakan sembuh, dirinya langsung sujud syukur.

Menurutnya, sejak dinyatakan positif COVID-19 pada tanggal 4 April lalu, dirinya mendapatkan perawatan yang baik di RSU Negara maupun RS PTN Universitas Udayana.

"Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh petugas medis yang sudah membantu kesembuhan saya. Saya juga ingin menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali, Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, serta semua pihak yang sudah membantu kesembuhan saya," katanya.

Terkait dengan perawatan di RSU Negara dan RS PTN Universitas Udayana ia mengatakan, secara prinsip sama, cuma di RS PTN Universitas Udayana, dirinya diberikan tambahan obat antivirus.

"Saya diberikan makanan bergizi, vitamin dan cek kesehatan tiga kali sehari. Hal itu sama-sama dilakukan di dua rumah sakit tersebut, tapi di RS Universitas Udayana, saya diberikan tambahan antivirus yang membantu penyembuhan saya," katanya.

Meski sudah dinyatakan sembuh, sesuai protokol COVID-19, ia akan melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sebelum kembali beraktivitas.

Ia mengungkapkan, dirinya sangat ingin bersilaturahmi dengan keluarga besarnya, karena saat Hari Raya Idul Fitri lalu, ia masih menjalani perawatan di rumah sakit.***3***

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020