Institut Seni Indonesia Denpasar menampilkan 105 karya terbaik mahasiswa setempat yang dapat dinikmati dan dievaluasi publik dalam ajang "Pameran Evaluasi Hasil Karya Studi Mahasiswa" yang digelar dari 30 Juli hingga 7 Agustus 2019.

"Saya bangga, anak-anak yang duduk di semester awal tugas kelasnya saja sudah bagus seperti ini. Apalagi dua tahun lagi mereka tamat, saya yakinlah pasti karya dihasilkan jauh lebih baik lagi," kata Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum, setelah membuka pameran hasil karya mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar, di kampus setempat, Selasa malam.

Untuk itu, Rektor asal Pupuan, Kabupaten Tabanan ini meminta para dosen di lingkungan ISI Denpasar agar bekerja keras menggali potensi setiap mahasiswa serta membimbing mahasiswa sehingga mampu melahirkan karya-karya inovatif.

Ia memberi contoh kesenian batik Bali. "Batik itu tidak hanya Jawa atau Kalimantan. Bali juga punya batik, selain songket dan endek. Sekarang bagaimana kita mendorong mahasiswa agar membangkitkan batik Bali dengan ciri khasnya," ujar Prof Arya.

Tak ketinggalan, dia juga memuji karya mahasiswa lukis, fotografi dan desain interior. Menurutnya, mahasiswa ISI Denpasar sudah mengikuti perkembangan teknologi dengan baik tanpa meninggalkan "local wisdom".

"Luar biasa ini, sudah bisa mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karya yang dipajang tidak sekadar foto biasa tetapi 3D. Ini lah misi kita, berbasis kearifan lokal, tetapi tetap mengikuti kemajuan teknologi," kata Prof Arya.
Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum, saat melihat-lihat hasil karya mahasiswa yang dipamerkan (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2019)
Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Ni Nyoman Kasih, SST, MSn mengatakan pameran itu merupakan ajang evaluasi karya mahasiswa lintas semester yang rutin digelar setiap tahun dan diagendakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ajang Gelar dan Pameran.

Pameran melibatkan tujuh program studi di FSRD ISI Denpasar (Prodi Seni Rupa Murni, Kriya Seni, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Fotografi, Desain Mode serta Prodi Televisi dan Film) dan setiap prodi menampilkan 15 karya terbaik, sehingga total ada 100 lebih karya mahasiswa yang dipamerkan.

Baca juga: ISI Denpasar komit mantapkan Bulan Menari

Baca juga: ISI Denpasar tampilkan puluhan karya tugas akhir mahasiswa

Pameran itu, lanjut Kasih, juga berfungsi sebagai wadah berkreativitas mahasiswa. Sebelum pameran digelar, terlebih dulu dilakukan seleksi oleh tim khusus.

"Yang dipamerkan ini adalah karya-karya terbaik hasil seleksi tiap prodi. Kami berharap mendapatkan masukan dari internal maupun masyarakat yang melihat langsung karya mahasiswa kami, sehingga ke depan mereka lebih sempurna dalam berkarya," ujar Kasih.

Pameran yang juga berkaitan pelaksanaan Dies Natalis ISI Denpasar XVI tersebut digelar di Gedung Kriya Hasta Mandala ISI Denpasar. Dalam acara pembukaan pameran itu, mahasiswa dan para dosen terlihat antusias menyaksikan satu-persatu hasil karya seni yang dipamerkan yang berupa lukisan, lampu hias, berbagai hasil kerajinan kayu, topeng, desain interior, rancangan busana, dan sebagainya.

Baca juga: Karya ISI Denpasar juarai Festival Film Surabaya 2019

Baca juga: Wagub harapkan ide penguatan visi Bali

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019