Institut Seni Indonesia Denpasar berkomitmen memantapkan Bulan Menari dalam pelaksanaannya yang ke-6 untuk memberi ruang kreativitas bagi segenap civitas akademika, alumni, bahkan para seniman dari luar Bali.

"Selain sebagai ruang kreativitas, Bulan Menari juga wujud kepedulian Jurusan Seni Tari terhadap lembaga melalui kreativitas dan yang terpenting lagi, muara dari Bulan Menari berpengaruh pada akreditasi," kata Ketua Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar Sulistyani, SSKar, MSi disela-sela kegiatan Bulan Menari ke-6 Juli 2019, di Denpasar, Minggu (28/7) malam.

Pihaknya sengaja membatasi penampilan atau karya civitas akademika setiap kali Bulan Menari digelar, supaya setiap bulannya karya tersebut mendapatkan jatah tampil. Usai pementasan juga rutin dilakukan dialog terkait garapan masing-masing untuk menyeimbangkan keilmuan dengan praktik. 

Pada Bulan Menari VI, ditampilkan empat buah garapan, salah satunya "Mulih kemulan". Garapan Kadek Karnia Arta ini menceritakan fase kehidupan manusia kembali ke titik nol.

"Dalam Bulan Menari ini, semua civitas dilatih untuk tampil, menambah pengalaman, kreativitas, memperdalam tradisi, dan berlatih berbicara mempertanggungjawabkan apa yang kita garap. Semoga semakin banyak civitas yang tertarik," ujar Sulistyani seraya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan institusi dan fakultas atas dukungan kegiatan ini hingga berlangsung keenam kalinya. 

Pada kesempatan yang sama, Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar, MHum, mengapresiasi dan berkomitmen mendukukung pengembangan Bulan Menari ke depan.

"Kami lihat dari awal digelar hingga kini, Bulan Menari ini disambut antusias. Penyelenggaraanya juga konsisten, jadi perlu kita tingkatkan dan kelola ke arah yang lebih baik," ujar Prof Arya.
 
Bulan Menari ini lahir dari ide bersama para sesepuh tari, salah satunya Prof Dr I Wayan Dibia sembari membahas rencana pendirian gedung black box, yakni gedung multifungsi untuk tari maupun karawitan.

Ide ini, lanjut Rektor Arya, disambut dengan inisiasi civitas jurusan tari untuk lebih menggariahkan iklim akademis di kampus.

"ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan harus menyeimbangkan pelajaran teori dengan praktik. Bulan Menari ini sekaligus menjadi ajang mengasah kemampuan untuk menghadapi even-even yang lebih besar di luar kampus," ucapnya sembari mengatakan penampilan terbaik tergantung dari intensitas latihan.
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2019