Negara (Antaranews Bali) - Generasi muda di Kabupaten Jembrana, Bali diimbau untuk mengunjungi dan berbelanja di pasar tradisional, karena wajah pasar tersebut kini sudah banyak berubah.
    
"Kesan pasar tradisional yang kumuh, jorok dan becek saat ini sudah hilang lewat program revitalisasi pasar tradisional. Karena itu, generasi muda jangan malu untuk berbelanja di pasar tradisional," kata Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, saat mengecek dampak program revitalisasi di Pasar Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Senin.
    
Ia mengatakan dengan berbelanja di pasar tradisional, generasi muda sudah turut menopang ekonomi daerah, karena pasar merupakan salah satu komponen penting pertumbuhan ekonomi.
    
Menurut dia, revitalisasi pasar dilakukan untuk menciptakan pasar yang modern namun tetap mempertahankan konsep tradisional seperti melakukan tawar menawar harga. Dengan suasana itu,  generasi muda seharusnya tidak malu untuk berbelanja di pasar tradisional termasuk membantu orang tuanya yang berjualan di lokasi tersebut.
    
"Untuk membangun pasar yang lebih baik, kami mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat. Dengan kondisi pasar yang nyaman, kami berharap semakin banyak pembeli yang datang," katanya.
    
Sementara Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan Jembrana Made Gede Budhiarta mengatakan, untuk pasar tradisional di Kelurahan Tegalcangkring tersebut menghabiskan dana Rp1,5 miliar lebih untuk membangun 27 kios dan los yang bisa menampung 122 pedagang.
    
Menurut dia, pada tahun 2018 ini, ada enam pasar tradisional yang direvitalisasi menyusul pasar-pasar tradisional yang sudah dibangun sebelumnya lewat program tersebut.
    
Mela, salah seorang pedagang mengatakan, sejak direvitalisasi kondisi pasar tersebut jauh lebih baikdan nyaman karena tidak ada kebocoran saat hujan turun seperti sebelumnya.
    
"Dulu bocor dimana-mana sampai barang dagangan saya rusak. Sekarang lebih nyaman dan bersih, sehingga pembeli semakin banyak yang datang ke pasar ini," katanya.

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018