Denpasar (Antara Bali) - BPJS Ketenagakerjaan menyediakan fasilitas potongan harga bagi para peserta di beberapa gerai usaha atau produk jasa lainnya di 28 jenis usaha di wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua. 

"Jadi kalau dulu kartu BPJS Ketenagakerjaan awalnya hanya untuk mengklaim jaminan, sekarang bisa digunakan untuk potongan harga. Misalnya di hotel, perbelanjaan pesawat hingga jasa servis motor," kata Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusa Tenggara dan Papua Kuswahyudi di Denpasar, Sabtu. 

 Menurut Kuswahyudi, program tersebut merupakan bentuk kerja sama promosi dan penjualan dari produk atau jasa yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dari kerjasama itu, diharapkan dapat menguntungkan seluruh peserta baik tenaga kerja maupun perusahaan. Tahun 2017 ini BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Kuswahyudi, juga memberikan manfaat tambahan kepada peserta melalui program pembiayaan perumahan bagi pekerja.

 "Kami berusaha membantu pekerja memiliki rumah yang layak melalui fasilitas pembiayaan dengan tingkat bunga yang sangat terjangkau, sepanjang masa pinjaman," katanya. 

 Kerja sama yang dilakukan dengan perbankan tidak hanya mencakup pinjaman untuk memiliki rumah saja tetapi juga pinjaman dana untuk biaya renovasi rumah dan kredit konstruksi bagi pengembang perumahan yang membangun perumahan, baik susun maupun rumah tapak. 

 Menjadi peserta aktif selama minimal satu tahun merupakan salah satu persyaratan umum bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mendapatkan pinjaman ini. 

 Persyaratan umum lainnya antara lain pekerja belum pernah memiliki rumah, pinjaman perumahan yang diajukan peserta merupakan rumah pertama, harga rumah maksimal Rp500 juta, pinjaman renovasi maksimal Rp50 juta, dan telah lolos verifikasi perbankan sebagai syarat penerima kredit perumahan. Kuswahyudi menerangkan peserta cukup datang ke kantor cabang bank penyalur yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa dokumen yang dibutuhkan. 

 Setelah selesai proses kelayakan kredit, bank penyalur akan mengkonfirmasi kepada BPJS Ketenagakerjaan mengenai status kepesertaan peserta, yang kemudian setelah terverifikasi masuk dalam kualifikasi, pihak perbankan akan melanjutkan proses pencairan dana pinjaman. 

 BPJS Ketenagakerjaan mencatat hingga April 2017 telah melayani 1,27 juta tenaga kerja aktif di Bali Nusa Tenggara dan Papua. Dari jumlah tersebut sekitar 516.026 tenaga kerja aktif di antaranya bekerja untuk sektor pekerja penerima upah (formal) dan sekitar 42.043 lainnya untuk sektor pekerja bukan penerima upah (informal) dan tenaga kerja aktif proyek jasa konstruksi mencapai 713,95 tenaga kerja. 

 Hingga April 2017 penambahan kepesertaan sebanyak 58.766 tenaga kerja sektor penerima upah dan 21.056 tenaga kerja sektor bukan penerima upah. Sedangkan dari sisi kepesertaan perusahaan, terdapat penambahan perusahaan sebanyak 2.943 sehingga total perusahaan aktif yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa mencapai 25.622 perusahaan. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017