Jumat, 22 September 2017

Tari "Pradhwaia Nilayam" Meriahkan Penutupan Porprov Bali

| 4.146 Views
id Penutupan porprov bali, Porprov bali
Tari
Tarian Pradhawaia Nilayam tampil pada penutupan Porprov Bali ke-12 di Buleleng, Sabtu (19/9) (Antara Foto/Hms Buleleng/2015)
Singaraja (Antara Bali) - Tari "Pradhawaia Nilayam" memeriahkan upacara penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke-12 di Stadion Mayor Metra, Kota Singaraja, Sabtu.

Kesenian tradisional Bali yang merupakan hasil karya cipta seniman di Bali Utara memukau peserta yang hadir memadati tribun dan sekitar stadion tersebut.

Gede Pande Olit, pelatih sekaligus pemilik Padepokan Seni Dwi Mekar Singaraja mengatakan, tarian tersebut menceritakan tentang sebuah perkumpulan Dewi-Dewi berkeliling mengunjungi berbagai tempat.

Ia menjelaskan, tarian tersebut secara khusus diciptakan menutup pentas olahraga dua tahunan dimana Buleleng menjadi tuan rumahnya.

Selain berasal dari inisiatif sendiri, pihak panitia menunjuk sanggarnya ditunjuk oleh pemerintah daerah mengisi acara penutupan Porprov tahun ini.

"Yang lebih membanggakan, tari ini disaksikan langsung Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta bersama rombongan Muspida Provinsi Bali. Selain itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.O.G., dan para undangan penting lainnya begitu menikmati tarian yang disuguhkan anak didik kami," kata dia.

Menurut Olit, tari yang diciptakannya ini sudah pernah dipentaskan pada saat pameran dan hiburan rakyat 17 Agustus 2015 belum lama ini.

Dengan demikian, dia tidak terlalu sulit melatih para penari dan begitu pula para penari dan penabuh sebanyak 70 orang tidak mengalami kesulitan dalam mempersiapkan materi pentas. "Penari dan penabuh juga sudah sangat hafal dengan gerak dan irama tabuhnya," imbuhnya.

Namun, Olit mengaku kalau tingkat kesulitan tarian ini terletak pada peran penari yang berjumlah cukup banyak untuk menjaga kekompakan gerak.

Di sisi lain Olit, kata dia, Pemda saat ini cukup memperhatikan aktifitas para seniman di Buleleng. Hal ini dibuktikan dibukanya ruang pentas yang luas ketika pemerintah menggelar berbagai acara.

Dengan ruang pentas yang semain terbuka ini, seniman akan dapat mengabdikan karyanya kepada daerah dan lebih penting lagi menunjukkan hasil karya kepada publik.

"Selain itu, tawaran untuk pentas yang begitu luas ini sekaligus juga mendorong semangat para seniman untuk menciptakan hasil karya yang terbaru," katanya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga