Singaraja (Antara Bali) - Sebanyak 475 rumah warga tiga desa di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, terendam banjir saat hujan deras mulai Selasa (22/2) malam hingga Rabu.
    
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng Nyoman Astasemadi di Singaraja, Rabu menjelaskan, desa-desa yang dilanda banjir itu adalah, Tinga-Tinga, Celukan Bawang, dan Desa Pengulon.

    
Dari laporan Kepala Desa Pengulon Putu Interen, kata Astasemadi, tercatat 108 rumah warga di wilayahnya terendam banjir. Untuk sementara warga memilih untuk menyelamatkan diri ke kantor desa setempat.
    
Di Desa Tinga Tinga yang terendam sebanyak 47 rumah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter meter serta sebuah tembok SD Negeri 2 sepanjang 25 meter rubuh karena tergerus air yang datang dari arah selatan desa itu.
    
Sementara banjir di Desa Celukan Bawang merendam 320 rumah serta menimbulkan tanah longsor yang mengubur bangunan rumah milik warga bernama Made Atas.
    
Di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, rumah Matrul Hairi terbakar setelah api memercik dari hubungan pendek arus litrik.
    
Kebakaran rumah juga terjadi pada bangunan tinggal milik Alius Purwa di Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, yang menyebabkan pemiliknya harus mengungsi ke kantor desa.
    
Bencana akibat tingginya curah hujan di Desa Pengulon juga meneybabkan jembatan sepanjang 10 meter milik Pura "Segara" yang terletak di pesisir pantai kawasan itu putus.
    
Selain itu, jalan sepanjang 15 meter yang menjadi batas antara Desa Pengulon dengan Desa Patas juga rusak akibat arus air sungai yang meluap ketika hujan sedang berlangsung.
    
Di Kecamatan Sawan, lanjut Astasemadi, bangunan kelas milik Sekolah Dasar Negeri 2 Desa Suwug runtuh. Akibatnya proses belajar mengajar di SD itu terpaksa dipindahkan.
    
"Belum bisa di perkirakan berapa jumlah total kerugian yang dialami akibat bencana alam ini. Tim sedang melakukan pendataan dan dibantu oleh pihak kecamatan tempat terjadinya bencana banjir," ucap Astasemadi.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026