Denpasar (Antara Bali) - Polda Bali kini memburu kawanan penjahat yang dalam melancarkan aksinya menggunakan modus operandi coblos ban mobil milik para nasabah yang usai mengambil uang di bank.

"Meski dalam aksinya Rabu (9/2) lalu kawanan itu gagal menggaet uang milik nasabah, namun kami tetap melakukan upaya pemburuan dengan menyebar anggota ke sejumlah tempat," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar di Denpasar, Kamis.

Ia menyebutkan, dari kejadian itu, petugas tidak hanya disebar ke sejumlah lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian para penjahat, namun juga memperketat penjagaan di setiap pintu keluar masuk Bali.

"Pintu keluar masuk di sejumlah pelabuhan kini dijaga ketat, selain untuk mencegah lolosnya penjahat ke luar Bali, sekaligus juga membendung kemungkinan adanya pelaku kriminal yang menyusup masuk ke Pulau Dewata," katanya.

I Wayan Sujana, seorang nasabah bank di Denpasar, siang itu nyaris menjadi korban aksi kejahatan dengan modus operandi coblos ban.

Sujana yang mengemudikan mobil Suzuki Karimun DK-1370-DA, tiba-tiba bagian ban belakangnya kempes begitu keluar dari halaman usai mengambil uang di Bank BCA Denpasar.

Bersamaan dengan itu, Sujana melihat dua orang pria mengendarai sepeda motor Suzuki Satria terus menguntit dari belakang.

Curiga bahwa kedua orang tersebut adanya penjahat, Sujana terus saja memacu mobilnya dalam kondisi ban yang kempes hingga akhirnya masuk ke Markas Polda Bali, kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya.

Melihat calon korbannya masuk ke kator polisi, kedua orang yang diduga kuat pelaku kejahatan dengan modus operandi coblos ban itu, langsung mengambil "langkah seribu".

Kabid Humas Sugianyar mengatakan bahwa ciri-ciri sepeda motor seperti yang dijelaskan Sujana, sudah disebarkan ke beberapa anggota di lapangan.

"Selain ciri-ciri kendaraan yang dipakai, ciri-ciri fisik para penjahat itu juga sudah kami informasikan kepada petugas yang melakukan pengejaran dan yang berjaga-jaga di suatu tempat," ucapnya menjelaskan.

Ketika ditanya bahwa pelaku merupakan anggota suatu sindikat, Sugianyar mengaku belum dapat menyebutkan, karena semuanya masih dalam upaya penyelidikan.

"Untuk kepastiannya saya belum berani sebutkan, namun dilihat dari modus yang mereka gunakan yakni mengawali aksinya dengan coblos ban, pelaku diduga orang-orang yang sama dengan beberapa aksi serupa yang muncul sebelumnya," ucap Sugianyar menambahkan.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026