"Pembinaan Penataan Sekaa Taruna dan Taman Gegirang Tingkat Kota Denpasar merupakan suatu wujud pemkot dalam upaya pemberdayaan kelompok pemuda. Karena pemuda yang harus memiliki rasa memiliki serta ikut menjaga adat dan budaya Bali," kata Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat membuka kegiatan "Evaluasi Pembinaan Penataan Sekaa Taruna dan Taman Gegirang Tingkat Kota Denpasar", Rabu.
Ia mengatakan konsep "Tri Hita Karana" (keseimbangan dan keharmonisan) meliputi "Parhyangan" (hubungan manusia dengan Tuhan) yang merupakan kepercayaan terhadap Tuhan, "Pawongan" merupakan perwujudan antarsesama manusia dan "Palemahan" perwujudan hubungan manusia dan alam semesta atau lingkungan/wilayah yang merupakan inti dari sebuah kebudayaan yang harus di jalani.
Oleh sebab itu, kata dia, diperlukan strategi kegiatan kebudayaan dalam sebuah obyek sebagai unsur-unsur sebuah kebudayaan, dimana unsur kebudayaan ini terdiri dari tujuh unsur yang meliputi agama, aksara, seni, organisasi sosial, pendidikan, ekonomi dan teknologi.
Dengan menerapkan konsep tersebut, Jaya Negara mengatakan,dapat menumbuhkan "Taksu Bali" (kharisma) serta jati diri kelompok pemuda sebagai generasi penerus serta semangat menumbuhkan rasa kompetitif, adaktif dan kreatif di dalam menjalankan kehidupan yang berbudaya.
Koodinator Umum Tim Penilai Sekaa Taruna Kota Denpasar Cok Putra Wisnu Wardana mengatakan dengan tidak diberlakukan lagi lomba Sekaa Teruna Tingkat Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar melahirkan kebijakan terutama dalam pembinaan kepada kelompok pemuda mengadakan Lomba Sekaa Taruna Kota Denpasar yang mengacu kepada konsep "Tri Hita Karana".
"Kami menilai bahwa kelompok pemuda merupakan generasi muda banjar (dusun) yang tentunya banjar merupakan organisasi sosial yang bernafaskan Hindu, dimana banjar merupakan bagian dari Desa Pakraman (adat) yang tentunya didasarkan pada konsep `Tri Hita Karana`," katanya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.