"Namun untuk angkutan barang pada kurun waktu yang sama merosot 33,80 persen dari 130.050 ton pada Juni 2016 menjadi hanya 86.761 ton pada Juli 2016," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, meningkatnya sejumlah penumpang ke berbagai daerah tujuan di Indonesia terkait arus mudik Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriah itu dipicu oleh meningkatnya penumpang di luar Pelabuhan Benoa, Denpasar yang mencapai 40,72 persen.
Sementara jumlah penumpang angkutan laut di Pelabuhan Benoa jusru menurun 0,03 persen dari 54.293 penumpang pada bulan Juni 2016 menjadi 49.840 penumpang pada Juli 2016.
Sedangkan angkutan barang melalui Pelabuhan Benoa naik 8,19 persen dan di luar Pelabuhan Benoa turun 34,72 persen.
Adi Nugroho menjelaskan, Bali memiliki lima buah pelabuhan laut yang terdiri atas pelabuhan Gilimanuk (Bali barat) yang menghubungkan dengan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, dan Pelabuhan Padangbai (Bali timur) yang menghubungkan dengan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain itu juga pelabuhan Benoa, Denpasar yang berfungsi untuk pelabuhan penumpang ke berbagai daerah tujuan di Indonesia timur, disamping pelabuhan wisata dan pelabuhan perikanan.
Demikian pula Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali utara yang berfungsi sebagai pelabuhan angkutan barang, disamping Pelabuhan Nusa Penida, yang khusus melayani penyeberangan lokal di Bali.
Pelabuhan Benoa, Denpasar juga sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara dengan menggunakan kapal pesiar. Wisatawan mancanegara yang datang ke Bali selama tujuh bulan periode Januari-Juli 2016 sebanyak 2,75 juta orang, 40.674 orang di antaranya melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.
Sedangkan pelancong sebagian besar yakni mencapai 2,71 juta orang di antaranya melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat udara yang terbang langsung dari negaranya, ujar Adi Nugroho (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.