Denpasar (Antara Bali) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali menambah jumlah atlet unggulan guna bergabung pada program Palda Bali Emas 2011, sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2012 di Riau.

Untuk menjaring atlet terbaik, induk organisasi masing-masing cabang olahraga di daerah ini melakukan tes fisik terhahap 36 atlet yang sudah memiliki prestasi, kata Ketua Umum KONI Bali Drs Made Nariana di Denpasar, Kamis.

Ke-36 atlet tersebut diajukan sejumlah cabang olahraga seperti panjat tebing, judo, balap sepeda, taekwondo dan biliar. Jika lolos seleksi, mereka akan bergabung bersama atlet unggulan yang sudah terlebih dahulu memasuki program pemusatan latihan daerah (Palda).

Para atlet tersebut menjalani tes fisik guna mengetahui secara pasti mengenai kekuatan, kercepatan serta ketepatan fisik, dan kegiatan ini akan dilanjutkan kembali untuk mengetahui masalah kesehatan dan mental melalui psikotes.

Menurut Nariana, jika semua atlet yang menjalani seleksi itu lolos, maka sebanyak 99 atlet unggulan dan pelatih akan tercatat masuk dalam program Palda Bali Emas 2011 sebagai persiapan awal untuk mencapai prestasi tertinggi pada PON 2012.

Atlet yang bisa mengikuti tes adalah para peraih medali emas pada kejuaraan nasional tahun 2007-2009 yang diakui oleh federasi cabang olahraga nasional, dan memiliki peringkat yang setara dengan juara satu nasional.

Para pelatih yang dapat bergabung pada program Palda Bali Emas 2011 adalah mereka yang sudah mampu menghasilkan atlet binaan yang berprestasi minimal pada tingkat regional dan memiliki lisensi sesuai kecabangannya.

Nariana mengatakan, program Palda Bali Emas 2011 juga sebagai upaya pembinaan mental atlet untuk ikut membangun dan membesarkan Bali, sehingga tidak berpindah untuk membela daerah lain.

Memberikan jaminan sosial terhadap atlet berprestasi sekaligus mampu menghasilkan atlet yang mempunyai kemampuan fisik, keterampilan dan mental tinggi dalam setiap pertandingan atau yang bermental juara.

Dana yang diberikan kepada atlet maupun pelatih jauh lebih besar dari yang pernah diberikan tahun 2010 sebesar Rp1 juta/bulan. Dana itu diberikan kepada mereka yang pernah mengharumkan nama Bali di bidang olahraga di tingkat nasional.

Dengan cara pemberian jaminan sosial tersebut, latihan yang dilakukan diharapkan menjadi lebih bersemangat dan terarah. Oleh sebab itu, kata dia, perlu ada tes fisik, kesehatan maupun psikologi guna mengetahui perkembangan atlet sejak awal.

Bali berupaya menggembleng atlet bermental juara melalui peningkatkan latihan fisik, mental dan teknik bertanding, dengan harapan mampu menunjukkan prestasi dan meningkatkan perolehan medali pada setiap kejuaraan, ujar Nariana berharap.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026