Denpasar (Antara Bali) - Ribuan wisatawan yang menghabiskan libur akhir tahun di Pulau Bali, banyak yang menyerbu pusat oleh-oleh di Kota Denpasar, Sabtu.

Seperti di pusat oleh-oleh Erlangga Jalan Nusa Kambangan, yang dipenuhi wisatawan domestik, selain turis asing.

Kepadatan pengunjung menyebabkan udara di dalam gedung pusat oleh-oleh itu terasa gerah meski sudah dilengkapi dengan puluhan kipas angin.

Karena banyaknya pengunjung, areal parkir di bagian belakang gedung tidak mampu menampung kendaraan yang datang. Akibatnya, banyak yang terpaksa parkir di luar atau pindah ke tempat pusat oleh-oleh lainnya.

Meskipun sudah banyak pengunjung yang pulang, tempat parkir mobil selalu penuh karena wisatawan datang silih berganti.

Wisatawan dari luar Pulau Bali itu umumnya berbelanja pakaian yang dirancang dengan corak khas Bali dalam berbagai pilihan. Mereka juga membeli aneka tas khas Bali, serta mainan atau perabot rumah tangga, seperti tempat tisu.

Wisatawan umumnya berbelanja di atas Rp300 ribu dan tidak jarang yang sampai di atas Rp1 juta. Mereka memanfaatkan kesempatan saat berada di daerah yang juga dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura.

"Sekarang hari terakhir saya di Bali karena besok harus pulang ke Surabaya. Anak-anak, Senin (3/1) sudah masuk sekolah. Karena itu saya manfaatkan untuk berbelanja," kata Erawati, pelancong asal Surabaya.

Selain untuk keperluan sendiri, pengunjung tempat belanja itu juga memborong pakaian murah untuk oleh-oleh keluarga dan tetangga atau teman.

"Sungkan kalau tidak membawa oleh-oleh buat saudara dan tetangga. Makanya belanja dalam jumlah banyak meskipun barangnya tergolong murah-murah," kata Eli, pengunjung lainnya.

Menurut salah seorang pelayan di Erlangga, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pengunjung membeludak hingga sepekan setelah tahun baru.

Mereka yang belum pulang dari Bali itu karena tidak memiliki anak sekolah atau anak-anaknya sudah kuliah, sehingga memiliki waktu libur lebih panjang.

Sementara suasana Kota Denpasar pada pagi hingga siang sangat lengang karena banyak warga yang tidak beraktivitas setelah menghabiskan waktu menyambut tahun baru hingga dinihari. Toko-toko banyak yang baru buka pada siang hari.

Pada siang hari jalan-jalan utama di Denpasar, seperti Jalan Teuku Umar, Diponegoro, Imam Bonjol dan lainnya kembali padat oleh arus kendaraan dan aktivitas masyarakat.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026