Gianyar (Antara Bali) - Inseksi mendadak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap penjual petasan dan kembang api di Ginayar, Rabu gagal karena saat bersamaan hujan turun sangat lebat.

"Hujan turun lebat, padahal kami belum menemukan pedagang mercon dan kembang api dipinggir jalan. Karena mobil sidak kebanyakan terbuka, akhirnya kami kembali," kata Kepala Satpol PP Gianyar I Wayan Kujus Pawitra.

Ia mengakui kalau menjelang perayaan tahun baru saat ini banyak warga yang menghidupkan kembang api dan petasan.

Pihaknya juga mendapatkan banyak laporan dari masyarakat mengenai suara petasan dan kembang api yang mengusik warga.

Namun, kata Kujus, sewaktu-waktu pihaknya akan menerjunkan petugas untuk melakukan sidak kembali terhadap peredaran mainan yang menggunakan bahan peledak itu.

"Setiap pengaduan masyarakat pasti kami tindaklanjuti, namun semuanya butuh waktu," ujarnya.

Kendati saat sidak tak mendapatkan petasan, kata dia, namun pihaknya sempat menurunkan empat spanduk bertuliskan produk rokok Djarum.

Spanduk itu diturunkan karena pemasangannya mengganggu kenyamanan Kota Gianyar.

"Pemasangannya sih berizin, tetapi penempatannya yang bermasalah sehingga kami turunkan, " ujarnya.

Sejumlah spanduk yang diambil dari sebelah barat Polres Gianyar, sebelah utara RSUD Sanjiwani dan di wilayah Bukit Jati itu kini sudah diamankan di kantor Satpol PP.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026