Denpasar (Antara Bali) - Bali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Antarparlemen Dunia pada 20-21 September 2016 yang akan dihadiri sekitar 400-500 delegasi.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, di Denpasar, Rabu menyambut antusias rencana penyelenggaraan forum tersebut karena diharapkan dapat menjadi ajang promosi pariwisata Bali lebih luas lagi.

Menurut dia, Bali sudah biasa menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala internasional sehingga tidak memerlukan banyak persiapan untuk menyambut acara tersebut.

"Bali Democracy Forum, APEC hingga Miss World sudah pernah di sini bahkan terakhir Bali Clean Energy Forum yang mendatangkan menteri energi dan ilmuwan di bidang energi bersih dari seluruh dunia diselenggarakan di Bali. Jadi dari segi pengamanan acara seperti ini kami di sini sudah sangat siap, dan dari segi fasilitas di sini khususnya di Nusa Dua sudah lengkap," ujarnya saat menerima audiensi Ketua Badan Kerja sama Antar-Parlemen Nurhayati Ali Assegaf itu.

Secara khusus, Pastika meminta agar Bali bisa mendapat porsi terutama promosi dalam acara tersebut. "Jika bisa, kita minta stan di sana untuk mempromosikan pariwisata dan kerajinan kita. Nanti saya akan kerahkan Dekranasda juga untuk `stand by` di sana," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga berharap bisa mengambil kesempatan terutama kerja sama khusus dengan negara lain khususnya tekait lingkungan hidup. Apalagi Menteri Lingkungan Hidup dari Norwegia diagendakan sebagai pembicara di forum itu.

"Kami sudah dijadikan sebagai proyek percontohan di bidang energi bersih, jadi kesempatan ini sangat bagus untuk mempromosikan Bali dan pembangunan Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana, yang salah satunya mementingkan unsur lingkungan sebagai dasar pembangunan," tuturnya.

Selanjutnya Pastika juga berjanji akan menjamu delegasi dalam makan malam di rumah jabatan Gubernur Bali.

Sementara itu, Nurhayati Ali Assegaf berharap forum yang baru pertama kali diadakan ini bisa menjadi tonggak terjalinnya hubungan yang erat antarparlemen seluruh dunia, karena bagaimanapun parlemen juga punya andil dalam setiap kebijakan di satu negara.

Menurut dia, forum yang tahun ini mengambil tema "Transforming Our World, the 2030 Agenda for Sustainable Development" bisa diselenggarakan secara berkelanjutan dan tentunya bisa memberikan manfaat untuk kebijakan setiap negara. Dalam kesempatan itu akan menghadirkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pembicara kunci.

Acara yang rencananya akan diselenggarakan di BNDCC Nusa Dua, Badung itu diharapkan bisa terdengar gaungnya terutama di lingkungan lokal Bali, karena bagaimanapun ini adalah salah upaya mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata dunia.

"Acara ini juga akan ditayangkan langsung di TV Parlemen, sehingga masyarakat Indonesia bisa menyaksikan," imbuhnya.

Nurhayati juga berharap Bali bisa memanfaatkan kesempatan dengan menjalin komunikasi hingga kerja sama dari negara-negara partisipan, karena diperkirakan menteri-menteri dari seluruh dunia juga akan turut hadir.

"Sehingga acara ini diharapkan juga bisa memberikan manfaat lebih untuk Bali sebagai tuan rumah," katanya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026