Denpasar (Antara Bali) - Nasional Demokrat (Nasdem) siap membela kader parpol yang terkena sanksi setelah bergabung dengan ormas yang dilahirkan Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubowono X ini.

"Parpol tidak perlu menaruh kecurigaan terhadap kami. Jika ada kader parpol yang mendapat sanksi setelah bergabung dengan Nasdem, ya tentu kami akan lakukan pembelaan," kata Sekjen Nasdem Syamsul Mu'arif di sela-sela seminar kebangsaan di Unud, Denpasar, Selasa.

Menurut dia, kelahiran Nasdem dimaksudkan sebagai sebuah gerakan perubahan untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara agar lebih baik lagi sesuai semangat amanat reformasi dan perjuangan para pendiri bangsa.

"Kami tetap berkomitmen menjadi sebuah organisasi kemasyarakatan untuk menegakkan semangat kebangsaan. Karena itu parpol tidak perlu curiga karena Nasdem bukan sebagai parpol, melainkan ormas," kata dia.

Terlebih, katanya, sesuai aturan dan ketentuan yang dibuat DPR, parpol yang akan mengikuti pemilu, minimal harus mendaftarkan diri dua setengah tahun sebelum digelarnya pesta demokrasi.

Karena itu, Partai Golkar misalnya, tidak perlu curiga dengan keberadaan Nasdem, sebab keanggotaannya juga sukarela. Pihaknya mendengar ada kader Golkar yang mendapat peringatan karena bergabung dengan Nasdem.

"Mengapa mesti diberi peringatan, padahal Nasdem bukan parpol sehingga peringatan tersebut tidak berdasar. Kalau mau mengingatkan atau melarang ya silakan saja," kata mantan Ketua DPP Partai Golkar ini.

Dia berharap, Golkar mestinya memberikan kebebasan kepada kader yang mau bergabung ke Nasdem, karena Nasdem merupakan gerakan perubahan kebangsaan dan bukan gerakan penggalangan untuk mendirikan parpol.

Dikatakan Syamsul, tugas Nasdem adalah meluruskan arah reformasi yang sebenarnya, agar kembali kepada tujuan reformasi itu sendiri, yakni merupakan gerakan perubahan untuk kembali pada semangat kebangsaan, ekonomi, politik dan budaya agar sesuai apa yang ada dalam UUD 1945.

Pihaknya menilai, setelah perubahan empat kali konstitusi, tidak membawa perubahan yang signifikan di negara Indonesia. 

Karena reformasi sudah melenceng dari nilai-nilai dasar, cita-cita dan tujuan luhur bangsa, sehingga Nasdem memandang perlu dilakukan restorasi dalam pelbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk ke arah lebih baik lagi.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026