"Namun untuk angkutan barang pada kurun waktu yang sama menurun 5,43 persen dari 105.273 ton pada Januari 2016, menjadi 99.558 ton pada Februari 2016," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ir Adi Nugroho, di Denpasar, Selasa.
Ia menyebutkan, peningkatan jumlah penumpang jalur laut dari Bali ke berbagai daerah di Tanah Air itu dipicu oleh kenaikan jumlah penumpang di luar Pelabuhan Benoa Kota Denpasar sebesar 11,50 persen.
Sebaliknya penumpang angkutan laut pada Februari 2016 dibandingkan dengan bulan sebelumnnya (Januari 2016) melalui Pelabuhan Benoa Denpasar mengalami penurunan sebesar 18,14 persen.
Adi Nugroho menambahkan, untuk angkutan barang secara umum menurun sebesar 5,43 persen yang melalui pelabuhan laut Benoa Denpasar merosot 5,58 persen dan di luar Pelabuhan Benoa berkurang 5,42 persen.
Bali memiliki lima pelabuhan laut yaitu Pelabuhan Gilimanuk (Bali barat) yang menghubungkan dengan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, dan Pelabuhan Padangbai (Bali timur) yang menghubungkan dengan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain itu, juga Pelabuhan Benoa Denpasar yang berfungsi untuk pelabuhan penumpang ke berbagai daerah tujuan Indonesia timur, selain pelabuhan wisata dan pelabuhan perikanan.
Terdapat pula Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali utara yang berfungsi sebagai pelabuhan angkutan barang, selain Pelabuhan Nusa Penida yang khusus melayani penyeberangan lokal di Bali.
Pelabuhan Benoa Denpasar juga sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara dengan menggunakan kapal pesiar.
Wisatawan mancanegara yang datang ke Bali selama Februari 2016 tercatat 375.744 orang, 8.720 orang di antaranya melalui pelabuhan laut.
Sedangkan sebagian besar yakni 367.024 orang di antaranya melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat udara yang terbang langsung dari negaranya, ujar Adi Nugroho lagi. (WDY)
Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.