Kadis Capilduk Kota Denpasar Nyoman Gede Narendra di Denpasar, Jumat, mengatakan, E-KTP ini sendiri mengalami beberapa perubahan.
"Jika dalam proyek percontohan E-KTP yang sudah diterbitkan sebelumnya, tidak memunculkan tanda tangan. Namun dalam E-KTP terbaru tanda tangan akan dimunculkan," katanya.
Ia mengatakan, tahun 2011 pihaknya sudah mendapat instruksi dari pusat untuk segera menerbitkan E-KTP bagi seluruh warga Denpasar yang berjumlah 380 ribu orang.
"Saat ini kami masih divalidasi. Tapi 2011 semua warga Denpasar harus sudah punya E-KTP ini," katanya.
Narendra mengatakan, dalam proyek percontohan E-KTP sebelumnya di Kota Denpasar sudah menerbitkan sebanyak 26 ribu E-KTP dan ini akan ditarik kembali.
"Karena ada perubahan tampilan di E-KTP terbaru. Jika sebelumnya tanda tangan tidak muncul, kini tanda tangan akan muncul dalam E-KTP terbaru ini. Namun untuk sidik jari akan tetap digunakan karena ini merupakan sistem yang paling penting," katanya menjelaskan.
Ditanya kesiapan untuk menerbitkan E-KTP, Narendra mengatakan dalam waktu dekat empat kecamatan di Denpasar akan diberikan dua unit peralatan baik kepentingan pembuatan E-KTP tersebut.
Sedangkan untuk peralatan lama diempat kecamatan (Denpasar Utara, Timur, Selatan dan Barat) akan ditarik ke Dinas Capilduk Denpasar.
"Nanti setiap kecamatan akan diberikan pemindai sidik jari, printer, komputer serta beberapa peralatan penunjang lainnya," katanya.
Proses pengurusannya, kata dia, seluruh warga terlebih dahulu akan diambil sidik jarinya untuk divalidasi di pusat. Program ini akan mulai dioperasikan pada Februari 2011.
"Nanti warga tidak akan lagi bisa punya KTP lebih dari satu atau ber-KTP ganda. Karena dengan menggunakan sistem sidik jari ini akan terdeteksi di pusat," ujarnya.
Dinas Capilduk mengakui belum mendapat kepastian terkait dana pendamping yang diajukan sebesar Rp700 juta untuk biaya operasinal kepala lingkungan, sosialisasi dan honor pegawai.
"Kami terlambat mengajukan di APBD 2011 karena program ini baru diputuskan bulan lalu. Nanti kalau tidak bisa selesai akan kami laporkan ke pusat. Yang pasti kami akan tetap berusaha," kata Narendra.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.