Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan agar fasilitas kamar di Rumah Sakit Bali Mandara yang saat ini dalam proses pembangunan supaya didesain dengan lengkap, sehingga masyarakat tetap menerima pelayanan kesehatan dengan baik.

"Walaupun ini nanti akan bertaraf internasional, bukan berarti hanya untuk orang `high class` (kelas atas) saja. Ini juga untuk masyarakat miskin dan bahkan juga bisa untuk pasien yang mendapatkan layanan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM)," di sela-sela meninjau proses pembangunan RS Bali Mandara tersebut, di Denpasar, Rabu.

Menurut dia, rumah sakit ini memang sengaja dibuat untuk memenuhi pelayanan kesehatan seluruh masyarakat Bali tanpa membedakan antara masyarakat yang kaya dan miskin.

Perbandingan kondisi kamar dari ruang kelas 3 sampai VIP, lanjut Pastika, hendaknya tidak terlalu jauh, dan fasilitasnya juga harus sama dan lengkap sehingga masyarakat tetap menerima pelayanan kesehatan yang baik.

"Dengan fasilitas lengkap seperti ini, saya harap pasien segera sembuh apalagi perbandingan antara kamar kelas 3 dengan VIP tidak terlalu jauh," ujarnya.

Terkait dengan interior rumah sakit tersebut, Pastika mengharapkan agar menggunakan warna yang lembut sesuai dengan estetika rumah sakit. "Saya harap ini bisa menjadi rumah sakit yang paling bagus dan lengkap di Bali," ujarnya.

Sementara itu, Penanggungjawab Pembangunan Yusuf Munawar dari PT Deta Decon menyatakan untuk bulan ini pembangunan telah mencapai 34 persen dari target 31 persen.

Meskipun, terdapat percepatan pengerjaan walaupun hanya tiga persen. Pada bulan Juni ditargetkan percepatan akan lebih besar dikarenakan alat-alat interior seperti lift dan lainnya sudah mulai dipasang. Untuk saat ini instalasi listrik, air dan ventilasi sudah mulai dikerjakan dan hampir selesai.

Nantinya rumah sakit tersebut akan dilengkapi 176 tempat tidur yang terdiri dari 48 tempat tidur untuk kelas tiga yang terbagi dalam delapan ruangan, 52 tempat tidur untuk kelas dua yang terdiri dari 13 ruangan, 40 tempat tidur kelas satu yang terdiri dari 20 ruangan dan 20 ruangan VIP, 10 VVIP serta 6 ruangan VVIP Suites.

Gubernur Bali dalam kesempatan tersebut juga turut didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Ketut Suarjaya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Nyoman Astawa Riadi serta Kepala Biro Humas I Dewa Gede Mahendra Putra, juga menyempatkan diri berkeliling meninjau proses pembangunan. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026