Denpasar (Antara Bali) - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan masa keemasan anak dalam mengikuti pendidikan, karena itu perlu ditanamkan budaya hidup bersih terutama menjaga lingkungan agar terbebas dari sampah.

Camat Denpasar Timur, Kota Denpasar I Dewa Made Puspawan saat membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PAUD se-Kecamatan Denpasar Timur, Senin mengatakan melalui kegiatan ini tidak saja dalam ajang olahraga dan seni, namun disisi lain mengajak anak-anak agar hidup bersih dan peduli lingkungan.

"Porseni bukan hanya membuat anak berprestasi bidang olahraga dan seni, namun bagaimana mengajak anak-anak sejak dini sudah peduli terhadap lingkungan bersih dan bebas sampah," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, diperlukan menambahkan program pendidikan agar anak-anak mengetahui bahwa sampah selain membuat kotor juga akan menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan. Sehingga sejak anak-anak sudah terbiasa memilah sampah bahkan kalau bisa memanfaatkan sampah untuk kerajinan.

Jika dilakukan oleh anak-anak tentunya para orang tua akan merasa malu serta tergugah untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dalam mewujudkan Denpasar bersih.

"Untuk mewujudkan Denpasar yang bersih berbasis lingkungan tentunya keterlibatan semua pihak mulai dari anak-anak sampai orang tua," ucap Puspawan.

Terlebih lagi sanksi berat telah diberikan pada masyarakat yang membuang sampah sembarangan hingga kena denda sebesar Rp2 juta. Tentunya ini diharapkan akan memotivasi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan.

Terkait dengan Porseni PAUD, Dewa Puspawan sangat mengapresiasi mengingat melalui porseni anak-anak akan trus berkreativitas dan lebih mengenal teman-teman sebayanya.

Ketua Panitia Lomba Kak Ade ditemui di sela-sela lomba mengatakan Porseni ini merupakan pembinaan dan komitmen terhadap pendidikan olahraga dan seni sejak usia dini. Dalam Porseni ini tidak mengutamakan menang atau kalah namun bagaimana upaya mengembangkan bakat minat serta sportivitas anak.

Mengingat kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan semua aspek perkembangan anak meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik, sosial dan emosi.

Melalui kegiatan porseni juga untuk meningkatkan mutu guru dan kepala sekolah dalam mengasah kompetensi. Porseni kali ini melibatkan 810 orang peserta lomba dan 140 peserta workshop (lokakarya).

Selama porseni ini berbagai lomba yang dilakukan untuk mengetahui kerja sama orang tua dengan anak, lomba menggambar termasuk juga lomba memasak yang diikuti kepala sekolah PAUD serta berbagai lomba lainnya.

Bunda PAUD Kecamatan Denpasar Timur Ny. Sri Utari Puspawan mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan komunikasi antara orangtua dan anak. Lebih dari itu untuk membangun keterampilan dan kreativitas anak.

"Tidak hanya pelajaran akademis yang penting, kegiatan seperti sekarang ini juga dapat menentukan dalam membangun karakter anak," katanya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026