Denpasar (Antara Bali) - Korem 163/Wira Satya mengharapkan para prajurit di Provinsi Bali bebas dari pengaruh narkoba menyusul anggota komando strategis angkatan darat (Kostrad) bersama dengan beberapa orang lainnya ditangkap dalam razia narkoba di Jakarta.

"Sementara ini tentara di Bali hal-hal seperti itu (narkoba) masih jauh. mudah-mudahan mereka, ini tetap dijaga," kata Komandan Korem 163/Wira Satya, Kolonel Infantri I Nyoman Cantiasa di Denpasar, Jumat.

Menurut dia, pihaknya rutin menggelar inspeksi mendadak termasuk melakukan tes urine untuk mengecek ada tidaknya pengaruh narkoba pada prajurit di lingkungan setempat.

"Di Kodam dilaksanakan sidak, ada pertemuan, langsung tes urin. Di Korem juga sudah," ucapnya.

Perwira dari Seririt, Kabupaten Buleleng itu menambahkan personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang merupakan garda terdepan di masyarakat untuk meningkatkan komunikasi sosial dalam rangka pembinaan teritorial mencegah narkoba.

"Sehingga apa yang menjadi harapan kita kepada generasi mudah tidak mudah terpengaruh," ujar Cantiasa.

Dia menjelaskan pihaknya telah meminta bantuan Babinsa untuk menjaga agar masyarakat tidak terpengaruh dari narkoba.

Ia juga meminta Kodim di kabupaten di Bali untuk meningkatkan kegiatan bela negara dan cinta Tanah Air khususnya kepada generasi muda.

"Saya minta Kodim untuk melaksanakan kegiatan bela negara dan cinta Tanah Air. Jadi generasi muda tidak boleh menganggur jadi diberikan kegiatan positif sehingga mereka tidak terpengaruh dengan kegiatan berbau narkoba," katanya.

Kasus narkoba di Bali berdasarkan catatan BNNP Bali melonjak 22,57 persen yakni mencapai 937 kasus jika dibandingkan tahun 2014.

Hampir 76 persen kasus tersebut telah menggerogoti kalangan produktif mulai usia 21-40 tahun dari berbagai latar belakang profesi.

BNNP Bali bahkan beberapa kali menangkap jaringan pengedar di desa di Kabupaten Buleleng, Badung dan Gianyar. Namun pengedar "kelas kakap" diyakini masih belum tertangkap. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026