Peringatan hari Aids sedunia yang dilaksanakan serentak di tiga kota besar yakni Jakarta, Bandung dan Bali diwarnai dengan aksi penggalangan dukungan. Aksi perang melawan Aids di Bali dipusatkan di Pantai Kuta, Rabu.
"Dalam peringatan Hari Aids kami ingin menggalang dukungan semua lapisan masyarakat untuk menyatakan perang terhadap Aids," kata Cece dari Parliamentary Group on MDGS Dewan Perwakilan Daerah DPD RI.
Bentuk kegiatan yang dilakukan seperti penyebaran stiker dan brosur tentang bahaya HIV/Aids, sosialiasi dan diskusi tentang penyakit HIV/Aids ke kalangan kampus.
Selain itu, juga digelar penyuluhan termasuk didalamnya kesaksikan para penderita Aids (Odha), dengan maksud mengingatkan kepada semua masyarakat agar menjaga kesehatan diri dan keluarganya dari penyakit Aids.
Saat aksi penggalangan pesan, semua masyarakat termasuk para wisatawan asing dipersilahkan menyampaikan aspirasi dan hal-hal lain terkait pentingnya mencegah bahaya Aids.
Pihak panitia menyediakan dinding besar yang bertuliskan "mural care", untuk warga yang akan menuliskan pesan-pesannya lewat stiker yang telah disediakan.
"Saya senang sekali dan dukung acara seperti ini, untuk mengingatkan bahwa Aids sangat berbahaya bagi kehidupan manusia," kata Mike wisatawan asal Belgia yang turut menuliskan pesannya.
Puluhan wisatawan asing yang tengah mandi di sekitar pantai, menyempatkan diri melihat kegiatan dan mengisi stiker kosong yang telah disediakan untuk pesan-pesan pencegahan dan penanggulangan HIV/Aids.
Acara diramaikan dengan pentas narasi, pantomim, musik akustik dan puncaknya Rabu malam berisi penyerahan pigam penghargaan kepada masyarakat yang turut berpartisipasi mendukung dan peduli terhadap upaya penanggulangan dan pencegahan Aids.
Cece menambahkan, kegiatan tersebut merupakan satu momen untuk lebih mengingatkan mengenai persoalan HIV /AIDS, yang merupakan salah satu penyakit menakutkan.
"Ini momentum tepat untuk mensosialisasikan mengenai bahaya HIV /AIDS serta menginformasikan bagaimana sebaiknya upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS," kata Putri panitia lainnya.
Sayangnya, kegiatan penting tersebut hanya dihadiri segelintir masyarakat umum jutsru lebih banyak wisatawan asing yang lebih banyak berpartisipasi untuk menyatakan perang melawan HIV/Aids. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.