Demikian Pimpinan Bank Indonesia (BI) Denpasar Jeffrey Kairupan dalam laporan kajian ekonomi keuangan regional Bali di Denpasar, Sabtu.
Pengeluaran devisa untuk TPT tiga bulan lalu misalnya, bertambah dari 403 ribu dolar (Juni) menjadi 585 ribu dolar (Juli), dan 654 ribu AS (Agustus).
Impor TPT yang nilainya terus bertambah banyak tersebut sebagian besar datang dari China, Korea dan Singapura, katanya.
Menurut Jeffrey, hal itu sesuai dengan perkembangan perekonomian masyarakat Bali, khususnya sektor pariwisata dan pertanian yang semakin bergairah.
Penjualan pakaian impor di Bali kembali marak, hingga banyak dijumpai di pedagang pengecer. Bahkan banyak pedagang yang khsusus menjual pakaian bekas dari impor hingga ke pelosok desa.
Masyarakat banyak membeli pakaian impor bekas pakai, karena kualitasnya dinilai masih bagus dan harganya terjangkau.
Hal itu di antaranya diakui oleh Made Subrata, salah seorang pedagang pakaian bekas hasil impor di Denpasar.
Pakaian impor yang banyak diperdagangkan di toko-toko pengecer di Denpasar maupun di Tabanan, termasuk tersebar hingga berbagai kecamatan di Pulau Dewata, umumnya didatangkan dari Korea, Jepang, Hongkong, dan China.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.