Denpasar (Antara Bali) - Tim relawan Bali, Senin kembali mendistribusikan bantuan untuk pengungsi korban letusan Gunung Merapi, setelah sebelumnya melakukan hal sama di tiga lokasi berbeda di Kabupaten Klaten dan Magelang, Jawa Tengah.

"Saat ini kami tengah menyisir lokasi atau tempat pengungsi yang belum mendapat bantuan. Sekaligus kami akan mendata kebutuhan mendesak yang diperlukan para pengungsi," kata Alfani Syukrie, koordinator tim relawan Bali melalui siaran persnya di Denpasar.

Dikatakan, setelah melakukan pendataan tentang lokasi dan kebutuhan mendesak para pengungsi itu, pihaknya akan membeli kebutuhan yang diperlukan tersebut dengan uang sumbangan yang diberikan oleh para donatur.

"Sebelumnya pada Minggu (14/11), kami pun telah memberikan bantuan ke tiga lokasi pengungsian yang berbeda di Kabupaten Klaten dan Magelang, Jawa Tengah," ujarnya.

Dijelaskan, lokasi pertama yang disasar timnya adalah tempat penampungan pengugsi di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Rindam IV/Diponegoro, Klaten.

Di lokasi itu jumlah pengungsinya berjumlah sekitar 5.700 jiwa yang berasal dari Kecamatan Kemalang dan Manisrenggo, Kabupaten Klaten dan sebagian dari Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Barang yang disumbangkan antara lain berupa mukena, selimut, mainan anak-anak, beras, mie instan, peralatan mandi, makanan ringan dan susu balita.

"Berdasarkan keterangan yang kami terima dari relawan setempat, sejumlah barang seperti pakaian layak pakai sudah dirasa cukup, sehingga pengungsi di tempat tersebut tidak lagi menerima sumbangan berupa pakaian," ujarnya.

Dikatakan, yang paling dibutuhkan oleh para pengungsi kini ialah bahan makanan yang banyak, karena jumlah pengungsi di tempat itu diperkirakan akan terus bertambah.

Lokasi selanjutnya adalah Gedung Dolog, Mertoyudan yang menampung 2.220 pengungsi, ucapnya,

Di lokasi pengungsian tersebut, kata dia, timnya mendistribusikan tikar, selimut bayi dan dewasa, popok bayi, mainan anak, biskuit dan air mineral.

"Lokasi pengungsian lain yang menjadi sasaran pendistribusian sumbangan adalah posko pengungsian warga yang berasal dari Kecamatan Kalasan. Sumbangan yang diberikan berupa tikar, selimut, pakaian anak, mie instan, susu bayi, biskuit, air mineral, suplemen dan sabun cuci," katanya. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026