Denpasar (ANTARA) - Gelaran D'Youth Fest 6.0 membuktikan festival berskala besar tetap dapat diselenggarakan secara ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi Pemerintah Kota Denpasar dan Komunitas Eling Ring Pertiwi, seluruh sampah yang dihasilkan selama kegiatan dipilah dan diolah langsung di lokasi sehingga mampu menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) selama D'Youth Fest 6.0 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Sabtu (11/7) hingga Minggu (12/7), sebagai kelanjutan dari keberhasilan konsep serupa pada Denpasar Festival 2025.
Perwakilan Komunitas Eling Ring Pertiwi Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, di Denpasar, Minggu, mengatakan sebanyak 54 siswa dan 38 relawan diterjunkan pada hari pertama untuk melakukan edukasi, pemilahan, dan pengolahan sampah di seluruh area kegiatan.
Jumlah relawan juga ditambah pada hari kedua untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah.
Menurutnya, sampah organik diolah menggunakan Teba Modern, sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang, sedangkan sampah residu ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar.
Ia menegaskan sistem tersebut mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus menunjukkan penyelenggaraan festival dengan ribuan pengunjung tetap dapat berlangsung tanpa menghasilkan timbunan sampah yang berlebihan.
Selain menjaga kebersihan kawasan acara, D'Youth Fest juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Keberhasilan penerapan konsep ini diharapkan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan di tingkat banjar, desa, maupun kota, sehingga pengelolaan sampah berbasis sumber dapat menjadi budaya baru dalam setiap pelaksanaan acara di Kota Denpasar.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.