"Sebagai penyelenggara harus jujur dan jangan gampang diatur-atur, jangan mau jadi boneka. Harus jadi yang benar," kata Pastika saat menjadi pembicara kunci dalam Sarasehan Bersinergi Mengawal Proses Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah yang Dapat Mendukung Eksistensi Pariwisata Bali, di Denpasar, Senin.
Mantan Kapolda Bali itu tidak memungkiri kalau dinamika politik menjelang pilkada pasti akan meningkat. Kondisi yang sekarang "hangat", menurut dia, dapat menjadi "panas" apabila ada yang berlaku curang.
"Kalau selama prosesnya `fair`, jalan baik sesuai aturan, tidak ada yang mencurangi maka akan berjalan damai dan tidak alasan untuk ribut," ujarnya pada acara yang diselenggarakan Fisip Universitas Warmadewa bekerja sama dengan Humas Pemprov Bali itu.
Oleh karena itu, Pastika menekankan kepada KPU sebagai "wasit" dalam pilkada harus bertindak "fair", jujur, tidak gampang diatur-atur dan mempunyai kepastian.
"Di samping dari sisi peraturan jangan sampai ada benturan satu sama lain seperti konflik norma, kekosongan norma, dan pasal abu-abu yang penafsirannnya berbeda-beda sesuai kepentingan. Kalau begitu, itu yang kacau," ucapnya.
Pastika juga menyoroti kasus boleh tidaknya penggunaan pin pada foto pasangan calon peserta pilkada untuk surat suara. Menurut dia, jika ada satu pihak yang mengatakan boleh dan yang lain tidak, hal itu memicu ketidakpastian.
"Jadi supaya aman, tidak ada konflik, maka jangan ada yang curang, intiya di situ saja. Wasitnya harus benar," tegasnya.
Di sisi lain, Pastika berpandangan bahwa kondisi keamanan Bali saat ini bukan jatuh dari langit, melainkan hasil kerja keras bersama. Oleh karena itu keamanan harus terus dipelihara dan dibangun. "Salah satu hal yang bisa merusak keamanan adalah masalah politik seperti pilkada saat ini," katanya.
Pihaknya sangat berkepentingan terhadap pariwisata, syarat pariwisata yang utama adalah keamanan.
"Aman dalam artian tidak hanya bebas dari ancaman, tetapi aman yang mencakup empat unsur yakni keselamatan (security), keamanan (safety), kepastian (surety), dan kedamaian (peace). Selama proses itu berjalan dengan baik, sesuai dengan aturan, ada kepastian, terutama memenuhi keempat unsur tersebut, pelaksanaan pilkada akan berjalan aman," ucap Pastika. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.