"Perolehan devisa tersebut ditopang hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang berkembang di daerah ini yang mampu memberikan kontribusi 73,7 persen" kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Panasunan Siregar di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, khusus ekspor pada bulan Juli 2015 yang dikirim melalui sejumlah pelabuhan di Indonesia menghasilkan devisa sebesar 33,07 juta dolar AS, menurun 17,18 persen dibanding bulan sebelumnya (Juni 2015) yang tercatat 39,93 juta dolar AS.
Ia menjelaskan, berbagai jenis matadagangan yang diekspor Bali tersebut melalui Pelabuhan Benoa, Denpasar sebesar 41,69 persen dengan nilai 15,43 juta dolar AS.
Paling besar melalui pelabuhan di Jawa Timur mencapai 56,89 persen dengan nilai 17,002 juta dolar AS, disamping melalui pelabuhan laut di Jakarta 1,42 persen dengan nilai 633.908 dolar AS.
Panasunan Siregar menambahkan, pengapalan berbagai komoditas dari Bali paling banyak menembus pasaran Amerika Serikat yang mencapai 28,13 persen, menyusul Singapura 9,74 persen, Jepang 8,44 persen, Australia 8,34 6,54 persen dan Hong Kong 6,70 persen. (APP)
Pewarta: Pewarta : I Ketut Sutika: Adi Purnama Putra
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.